Berkat Diskon PPnBM, Penjualan Mobil 2021 Diprediksi Bisa 850 Ribu Unit

Berita Otomotif

Berkat Diskon PPnBM, Penjualan Mobil 2021 Diprediksi Bisa 850 Ribu Unit

JAKARTA – Diskon Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) diramalkan bisa membuat penjualan mobil 2021 lebih baik dari perkiraan semula.

Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan pasar otomotif Indonesia berangsur – angsur pulih khususnya sejak insentif PPnBM berlaku mulai Maret 2021.

“Contohnya, pasar pada Maret meningkat 65 persen untuk retail (jika dibandingkan Februari). Penjualan mobil Maret juga lebih tinggi dibandingkan Maret tahun lalu (saat penjualan belum terdampak pandemi Covid-19—Red) sampai 28 persen,” ucap dia dalam diskusi virtual via Instagram Live Toyota Indonesia pada 23 April 2021.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan retail—distribusi dari dealer ke konsumen—pada Maret tahun ini berjumlah 77.511 unit. Pada Februari, volumenya hanya 46.943 unit.

Adapun penjualan mobil retail selama kuartal satu adalah 178.450 unit. Capaian itu masih lebih rendah 18,7 persen jika dibandingkan periode yang sama pada 2020 (year to date).

Menurut Anton, perluasan insentif PPnBM ke mobil – mobil 1.501 – 2.500 cc sejak April ini juga mendapatkan respons sangat baik dari pasar. Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) untuk Fortuner dan Kijang Innova, misalnya, melonjak masing - masing sekitar 80 persen dan 120 persen.

“Mudah – mudahan ini suatu titik balik, momentum positif bagi industri otomotif nasional. Dibantu lagi dengan adanya IIMS Hybrid 2021,” pungkas dia.

Gaikindo, lanjut Anton, menargetkan penjualan mobil 750 ribu unit pada 2021. Angka itu dibuat pada permulaan tahun, tanpa memperhitungkan dampak insentif PPnBM.

“Dengan adanya insentif PPnBM, pemerintah mengharap mudah – mudahan biasa ada tambahan kira – kira 80 ribu unit lagi. Memang, kami masih harus memonitor dari bulan ke bulan seperti apa. Tapi, saya rasa, dengan adanya prediksi ini, pasar bisa ke arah 800 – 850 ribu. Jadi, harapannya bisa recover 80 persenan dibandingkan dua tahun lalu (saat belum ada pandemi). Kalau penjualan mobil 1 jutaan unit, kan, 800 ribuan unit itu kira – kira 80 persennya,” papar dia.

Anton berharap pemerintah bisa terus menangani kondisi pandemi Covid-19 dengan baik. Dengan begitu, ada impak positif kepada perekonomian, perbankan, serta industri otomotif sesuai prediksi.

“Kalau Toyota, kan, target pangsa pasarnya 30 persenan. Berarti kami juga akan mengalami kenaikan penjualan juga dibandingkan tahun lalu,” tutup dia.

Bob Azzam selaku Direktur Administasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), di sisi lain, mewanti – wanti agar semua pihak mewaspadai gelombang kedua Covid-19. Jika terjadi, ini akan menghambat lagi perkembangan industri otomotif di masa pandemi. [Xan/Had]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar