Aspal Plastik Mulai di Ujicoba di Rest Area Tol Jakarta - Merak

Berita Otomotif

Aspal Plastik Mulai di Ujicoba di Rest Area Tol Jakarta - Merak

JAKARTA - Bermanfaat mengurangi limbah, bahan plastik digunakan sebagai campuran aspal dan ternyata memiliki beberapa keunggulan.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) bekerjasama dengan Astra Infra Toll Road sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) melakukan ujicoba campuran aspal yang menggunakan limbah plastik atau aspal plastik.

Aspal plastik digunakan di rest area KM 43 arah merak.  Adapun jalan yang dilakukan ujicoba sepanjang 90 meter dengan lebar 15 meter dan ketebalan perkerasan 5 cm. Jalan ini menggunakan 150 ton aspal bersama campuran limbah plastik sebanyak 6 persen dari total aspal atau sebanyak 600 kg limbah plastik yang didatangkan dari Bandung.

"Aspal plastik ini memiliki beberapa kelebihan yaitu memiliki tingkat perkerasan yang lebih baik, tidak mudah meninggalkan jejak roda kendaraan saat aspal basah dilalui kendaraan, dan daya tahannya juga semakin meningkat bila dibandingkan dengan aspal biasa," kata Kepala Balitbang Danis H Sumadilaga.

Menurut Danis, penerapan aspal plastik adalah bagian dari inovasi untuk mengurangi limbah plastik yang sudah menjadi isu global. Berdasarkan data dari Jambeck (2015) diperkirakan 3,32 juta metrik ton limbah plastik di Indonesia belum terkelola baik dimana 0,48-1,29 juta metrik ton masuk ke laut.

"Untuk mengurangi limbah plastik, pada tahap awal ini kami akan menyediakan alat pencacah plastik sebanyak 1000 unit yang akan kami distribusikan ke Balai Besar/Balai Pelaksanaan Jalan Nasional di seluruh Indonesia. Diharapkan nantinya alat itu bisa ikut mendukung pelaksanaan pemeliharaan jalan nasional," ujarnya.

Meski demikian, dalam aspal plastik tersebut ada batas optimum yang harus diperhatikan saat mencampur aspal dengan plastik. Sehingga jika melewati batas optimal tersebut, maka aspal akan mudah getas atau mengalami keretakan.

"Saat ini plastik masih sebagai campuran pada aspal dengan takaran yang sudah ditentukan. Penambahan 6 persen limbah plastik terhadap berat aspal pada campuran akan meningkatkan stabilitas sebesar 40 persen dan lebih tahan terhadap deformasi serta retak lelah," pungkasnya.

Aspal plastik sendiri sebelumnya sudah di ujicoba di beberapa ruas jalan di kota-kota besar. Sebut saja Bali, Bekasi, Makassar dan Solo yang sebelumnya sudah mengaplikasikan aspal plastik untuk beberapa ruas jalannya. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual