Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Raup Profit Pasarkan Mobil Listrik

Berita Otomotif

Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Raup Profit Pasarkan Mobil Listrik

AMSTERDAM – CEO Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, Carlos Ghosn mengklaim sebagai produsen yang telah mendapatkan untung dalam memasarkan mobil listrik.

Aliansi tiga manufaktur mobil tersebut masing-masing memiliki produk mobil listrik andalannya. Renault dengan Zoe, Nissan menawarkan Leaf dan Mitsubishi menghadirkan I-MiEV. Ketiganya dikatakan telah mampu memberikan keuntungan.

Renault Zoe dikenal dan digunakan banyak konsumen di Benua Eropa. Namun mobil litsrik berbodi imut-imut tersebut masih terbatas di beberapa negara saja. Sementara Mitsubishi I-MiEV yang dikembangkan bersama Citroen C-Zero dan Peugeot IOn, hanya digunakan di kota-kota kecil saja karena jangkauannya masih sangat terbatas. Produk berlambang Tiga Berlian ini sendiri memiliki bodi kurang menarik, dan diciptakan jauh sebelum aliansi terbentuk.

Produk mobil listrik paling populer dari aliansi ini tentunya Nissan Leaf yang sampai saat ini telah terjual sebanyak 350 ribu unit di seluruh dunia. Mobil listrik andalan Nissan tersebut memiliki daya jelajah cukup jauh, karena telah dilengkapi baterai canggih.

Pabrikan mobil lain bisa dibilang kurang beruntung dalam memasarkan mobil listrik. Fiat 500e dikatakan sebagai produk tidak sama sekali memberikan keuntungan bagi sang produsen. Hal inilah yang membuat FCA Group tidak memproduksinya dalam jumlah besar.

Serupa dengan FCA, General Motors juga kehilangan uang dalam jumlah cukup besar ketika memproduksi mobil listriknya. Chevrolet Bolt harus rela didiskon cukup besar agar mampu bersaing dengan Tesla Model 3.

“Kami mungkin pabrikan mobil paling maju dalam hal memproduksi mobil listrik. Kami juga telah memasarkan produk kami tersebut pada 2017. Hingga saat ini kami mungkin adalah satu-satunya produsen yang mulai menghasilkan uang, dalam menjual mobil listrik,” kata Ghosn.

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menemukan cara untuk menekan biaya produksi. Terutama dalam hal memproduksi baterai yang efisien. Produk-produk mobil listrik dari aliansi tersebut tidak perlu diragukan lagi kualitasnya.

Namun sayangnya ketika berbicara performa, produk dari aliansi tersebit di atas tidak bisa berbicara banyak. Kendaraan ramah lingkungan yang mereka ciptakan, fokus pada durabilitas dan efisiensi.

Hal ini berbanding terbalik dengan Tesla, pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat. Produknya Model 3 terkenal tidak hanya ramah lingkungan namun dapat membuktikan bahwa mobil listrik tersebut mampu berakselerasi layaknya supercar dan tetap memiliki konsumsi tenaga  efisien.

Konsumen nantinya akan mulai memilah-milah produk yang cocok untuk menjadi kendaraan pilihannya. Jika harga Nissan Leaf tidak berbeda jauh dengan Tesla model 3, maka bisa jadi suatu saat nanti, konsumen lebih memilih Tesla. [Dew/Ari]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual