Fakta Penting Geely Starray EM-i di Indonesia: SUV Plug-in Hybrid Rp499 Juta Produksi Lokal di Purwakarta
Adu Spesifikasi SUV Listrik Rp 250–500 Jutaan: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 vs Geely EX5, Siapa yang Paling Unggul?
Beranda Berita Berita Otomotif Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Raup Profit Pasarkan Mobil Listrik Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Raup Profit Pasarkan Mobil Listrik Berita Otomotif Denny Basudewa | 19 February 2018 10:00 AMSTERDAM – CEO Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, Carlos Ghosn mengklaim sebagai produsen yang telah mendapatkan untung dalam memasarkan mobil listrik.Aliansi tiga manufaktur mobil tersebut masing-masing memiliki produk mobil listrik andalannya. Renault dengan Zoe, Nissan menawarkan Leaf dan Mitsubishi menghadirkan I-MiEV. Ketiganya dikatakan telah mampu memberikan keuntungan.Renault Zoe dikenal dan digunakan banyak konsumen di Benua Eropa. Namun mobil litsrik berbodi imut-imut tersebut masih terbatas di beberapa negara saja. Sementara Mitsubishi I-MiEV yang dikembangkan bersama Citroen C-Zero dan Peugeot IOn, hanya digunakan di kota-kota kecil saja karena jangkauannya masih sangat terbatas. Produk berlambang Tiga Berlian ini sendiri memiliki bodi kurang menarik, dan diciptakan jauh sebelum aliansi terbentuk.Produk mobil listrik paling populer dari aliansi ini tentunya Nissan Leaf yang sampai saat ini telah terjual sebanyak 350 ribu unit di seluruh dunia. Mobil listrik andalan Nissan tersebut memiliki daya jelajah cukup jauh, karena telah dilengkapi baterai canggih.Pabrikan mobil lain bisa dibilang kurang beruntung dalam memasarkan mobil listrik. Fiat 500e dikatakan sebagai produk tidak sama sekali memberikan keuntungan bagi sang produsen. Hal inilah yang membuat FCA Group tidak memproduksinya dalam jumlah besar.Serupa dengan FCA, General Motors juga kehilangan uang dalam jumlah cukup besar ketika memproduksi mobil listriknya. Chevrolet Bolt harus rela didiskon cukup besar agar mampu bersaing dengan Tesla Model 3.“Kami mungkin pabrikan mobil paling maju dalam hal memproduksi mobil listrik. Kami juga telah memasarkan produk kami tersebut pada 2017. Hingga saat ini kami mungkin adalah satu-satunya produsen yang mulai menghasilkan uang, dalam menjual mobil listrik,” kata Ghosn.Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menemukan cara untuk menekan biaya produksi. Terutama dalam hal memproduksi baterai yang efisien. Produk-produk mobil listrik dari aliansi tersebut tidak perlu diragukan lagi kualitasnya.Namun sayangnya ketika berbicara performa, produk dari aliansi tersebit di atas tidak bisa berbicara banyak. Kendaraan ramah lingkungan yang mereka ciptakan, fokus pada durabilitas dan efisiensi.Hal ini berbanding terbalik dengan Tesla, pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat. Produknya Model 3 terkenal tidak hanya ramah lingkungan namun dapat membuktikan bahwa mobil listrik tersebut mampu berakselerasi layaknya supercar dan tetap memiliki konsumsi tenaga efisien.Konsumen nantinya akan mulai memilah-milah produk yang cocok untuk menjadi kendaraan pilihannya. Jika harga Nissan Leaf tidak berbeda jauh dengan Tesla model 3, maka bisa jadi suatu saat nanti, konsumen lebih memilih Tesla. [Dew/Ari] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait Nissan mitsubishi Carlos Ghosn Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Renault Cetak Berita Utama Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ... 833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ... Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ... Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ... Komentar
Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Raup Profit Pasarkan Mobil Listrik Berita Otomotif Denny Basudewa | 19 February 2018 10:00 AMSTERDAM – CEO Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, Carlos Ghosn mengklaim sebagai produsen yang telah mendapatkan untung dalam memasarkan mobil listrik.Aliansi tiga manufaktur mobil tersebut masing-masing memiliki produk mobil listrik andalannya. Renault dengan Zoe, Nissan menawarkan Leaf dan Mitsubishi menghadirkan I-MiEV. Ketiganya dikatakan telah mampu memberikan keuntungan.Renault Zoe dikenal dan digunakan banyak konsumen di Benua Eropa. Namun mobil litsrik berbodi imut-imut tersebut masih terbatas di beberapa negara saja. Sementara Mitsubishi I-MiEV yang dikembangkan bersama Citroen C-Zero dan Peugeot IOn, hanya digunakan di kota-kota kecil saja karena jangkauannya masih sangat terbatas. Produk berlambang Tiga Berlian ini sendiri memiliki bodi kurang menarik, dan diciptakan jauh sebelum aliansi terbentuk.Produk mobil listrik paling populer dari aliansi ini tentunya Nissan Leaf yang sampai saat ini telah terjual sebanyak 350 ribu unit di seluruh dunia. Mobil listrik andalan Nissan tersebut memiliki daya jelajah cukup jauh, karena telah dilengkapi baterai canggih.Pabrikan mobil lain bisa dibilang kurang beruntung dalam memasarkan mobil listrik. Fiat 500e dikatakan sebagai produk tidak sama sekali memberikan keuntungan bagi sang produsen. Hal inilah yang membuat FCA Group tidak memproduksinya dalam jumlah besar.Serupa dengan FCA, General Motors juga kehilangan uang dalam jumlah cukup besar ketika memproduksi mobil listriknya. Chevrolet Bolt harus rela didiskon cukup besar agar mampu bersaing dengan Tesla Model 3.“Kami mungkin pabrikan mobil paling maju dalam hal memproduksi mobil listrik. Kami juga telah memasarkan produk kami tersebut pada 2017. Hingga saat ini kami mungkin adalah satu-satunya produsen yang mulai menghasilkan uang, dalam menjual mobil listrik,” kata Ghosn.Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menemukan cara untuk menekan biaya produksi. Terutama dalam hal memproduksi baterai yang efisien. Produk-produk mobil listrik dari aliansi tersebut tidak perlu diragukan lagi kualitasnya.Namun sayangnya ketika berbicara performa, produk dari aliansi tersebit di atas tidak bisa berbicara banyak. Kendaraan ramah lingkungan yang mereka ciptakan, fokus pada durabilitas dan efisiensi.Hal ini berbanding terbalik dengan Tesla, pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat. Produknya Model 3 terkenal tidak hanya ramah lingkungan namun dapat membuktikan bahwa mobil listrik tersebut mampu berakselerasi layaknya supercar dan tetap memiliki konsumsi tenaga efisien.Konsumen nantinya akan mulai memilah-milah produk yang cocok untuk menjadi kendaraan pilihannya. Jika harga Nissan Leaf tidak berbeda jauh dengan Tesla model 3, maka bisa jadi suatu saat nanti, konsumen lebih memilih Tesla. [Dew/Ari] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait Nissan mitsubishi Carlos Ghosn Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Renault
Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ...
833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ...
Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ...
Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ...