5 Reaksi yang Wajib Dilakukan Saat Ban Mobil Pecah Mendadak

Panduan Pembeli

5 Reaksi yang Wajib Dilakukan Saat Ban Mobil Pecah Mendadak

JAKARTA - Ban pecah mendadak saat mengemudi di jalan tol memang sebuah momok yang cukup menakutkan. Apalagi jika si pengemudi tidak tahu bagaimana cara bereaksi terhadap situasi ini.

Ban pecah mendadak ketika sedang berjalan bisa menjadi salah satu sumber kecelakaan di jalan tol. Bagaimana tidak, kalau orang di balik lingkar kemudi salah merespons, mobil dapat terbalik.

Sebenarnya, sewaktu ban pecah, masih ada celah untuk mengontrol mobil. Kuncinya adalah mengetahui kiat-kiat untuk memanfaatkan celah tersebut.

Berikut ini adalah tips berkendara dalam kondisi tersebut, seperti dikutip dari situs resmi Auto2000.

1. Jangan Panik
Kunci teratas dari semua kiat yang ada berasal dari diri sendiri. Pengemudi tidak boleh panik terhadap situasi tersebut.

Tips nomor satu ini sangat wajar penting. Pasalnya, reaksi seseorang tidak dapat terkontrol dengan baik saat panik dan kemampuan berpikir pun terhalangi.

2. Jangan Rem Mendadak
Pernah lihat mobil menjadi ‘liar’ saat ban pecah? Hal ini terjadi karena sang pengemudi melakukan pengereman mendadak, yang menjadikan kendaraan tak terkendali.

Soalnya, ketika ketika rem diinjak bobot mobil akan pindah ke depan dan setir akan semakin menarik ke arah ban pecah. Dalam situasi seperti ini, sulit memprediksi arah gerak mobil. Bahkan jika pengereman terlalu keras dan ada momentum, mobil bisa terpelanting dan terbalik.

3. Kendalikan Setir
Rasakan ban sebelah mana yang pecah. Jika ban depan, Anda harus menahan arah kemudi agar tetap lurus lebih kuat karena setir akan tertarik ke arah ban yang pecah.

Jangan melakukan manuver berlebihan seperti membelokkan setir ke arah berlawanan yang malah akan membuat mobil terpelanting dan berpotensi terbalik. Tenang dan jaga emosi.

Kalau ban belakang yang pecah relatif  tidak menyulitkan karena kontrol tetap ada di ban depan yang tidak bermasalah.

4. Kurangi Kecepatan
Lepaskan pedal gas dan turunkan gigi secara gradual sambil menahan kemudi agar mobil tidak bergerak liar. Usahakan jangan sampai mobil membuang bodi ke kanan atau kiri.

Kalau kecepatan sudah mulai berkurang, secara perlahan arahkan kendaraan ke kiri jalan, jangan lupa nyalakan lampu sein ke kiri. Meski tidak disarankan karena hanya boleh dipakai saat mobil berhenti, Anda bisa nyalakan lampu darurat alias hazard buat kasih sinyal ke mobil lain di belakang bahwa mobil Anda bermasalah.

Terus pantau kondisi di belakang via kaca spion, bahkan supaya yakin Anda bisa tengok langsung suasana di belakang. Anda bisa mulai sedikit menekan pedal rem saat mobil sudah berjalan lambat dan berada di lajur sebelah kiri.

Atau bila kurang yakin, biarkan saja mobil terus bergerak, dengan catatan kondisi di depan masih aman. Jika kecepatan sudah cukup lambat, arahkan mobil ke bahu jalan dan biarkan mobil berhenti lantaran kehabisan momentum.

5. Pasang Segitiga Pengaman
Pastikan posisi berhenti mobil sudah aman dan tidak mengganggu lalu lintas dengan memberi ruang yang cukup dengan badan jalan. Nyalakan lampu hazard, dan pasang segitiga pengaman.

Segera lakukan penggantian ban yang bocor tersebut. Pastikan posisi Anda aman dari potensi kena tabrak dari belakang. Langsung bereskan dan jalan kembali saat ban cadangan sudah dipasang. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support