4 MPV Mitsubishi Kurang Beruntung di Indonesia, Bagaimana Dengan XM Concept?

Mobil Baru

4 MPV Mitsubishi Kurang Beruntung di Indonesia, Bagaimana Dengan XM Concept?

JAKARTA - Setelah Colt 120 SS, rasanya tak ada lagi mobil model MPV Mitsubishi berhasil di Indonesia. Apakah small MPV terbaru mereka XM Concept atau yang akan bernama Mitsubishi Expander dapat membalikkan keadaan?

Dalam waktu dekat PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) akan meluncurkan versi produksi dari XM Concept. Dan MMKSI menaruh investasi serta harapan besar pada model terbaru yang diharapkan menjadi tulang punggung penjualan atau volume maker karena bakal bermain di kelas sangat gemuk di Indonesia.

Namun jika melihat sejarah, di Indonesia Mitsubishi tidak pernah benar-benar berhasil menjual model mobil minivan atau yang kini akrab disebut MPV. Praktis hanya Mitsubishi Colt T120SS dan Mitsubishi L300 saja yang bisa bertahan beberapa dekade di pasar Indonesia. 

Namun jika dicermati lebih lanjut, Mitsubishi Colt T120SS bukan benar-benar sebuah MPV. Karena mobil ini merupakan kendaraan komersial yang disulap menjadi kendaraan penumpang. Sama halnya saudara tuanya Mitsubishi L300, yang memiliki populasi kecil dengan bentuk minibus sebagai kendaraan angkut penumpang.

Untuk diketahui, Mitsubishi Colt T120SS sampai hari ini masih diproduksi di pabrik Mitsubishi di Pulo Gadung, Jakarta Timur. Menurut kabar, sekitar 1.200 unit produksi rata-rata per bulan. Jumlah produksi ini di dominasi oleh model pick up sementara model van memiliki jumlah sangat sedikit dengan komposisi kurang dari 10 persen dari total produksi per bulan. 

Demikian juga Mitsubishi L300. Dengan total produksi 1.800 unit, hanya sekitar 5 persen saja yang dibuat dalam bentuk MPV di pabrik Mitsubishi. Selebihnya dibuat dalam bentuk kepala dan sasis yang kemudian dijadikan kendaraan angkut box atau bak.

Selebihnya praktis tak ada satupun MPV Mitsubishi berbicara banyak di pasar Tanah Air. Nasibnya boleh dibilang sama dengan model sedan Mitsubishi yang punah seiring tak populernya kelas ini di Indonesia.

Anda bisa menyebut Mitsubishi Kuda, Mitsubisi Grandis, Mitsubishi Maven dan Mitsubishi Delica yang boleh dibilang kurang berhasil di pasaran. Padahal boleh dibilang ketiganya merupakan kendaraan yang benar-benar dibuat untuk kendaraan penumpang atau MPV, beda dengan peruntukan Mitsubishi Colt T120SS serta Mitsubishi L300.   

Mitsubishi Kuda 


Digadang sebagai penantang kuat Toyota Kijang di akhir 90-an, Mitsubishi Kuda gagal berbuat banyak di pasar Indonesia. Praktis hanya 6 tahun saja MPV ini dapat bertahan.

Pertama kali diperkenalkan pada 1999, penjualan Mitsubishi Kuda dihentikan pada 2005. Alasanya tentu karena tidak bisa diserap pasar dengan baik alias tidak laku.

Beberapa faktor yang membuat Kuda tidak bisa bertahan. Pertama, jika dibandingkan dengan Kijang, kabinnya agak lebih sempit. Lainnya banyak yang mengeluhkan sektor mesin terutama varian bensin. 

Kala itu Mitsubishi Kuda dilengkapi dengan 2 pilihan mesin bensin yakni 4618 1.600 cc karburator dan 4G63A 2.000 cc MPI. Keduanya dianggap memiliki tenaga yang cukup namun punya masalah pada borosnya konsumsi BBM serta harga sparepart cukup tinggi.

Sementara Kuda dengan mesin diesel 4D26 berkapasitas 2.5L sejatinya tidak memiliki permasalahan. Praktis sama seperti mesin diesel Mitsubsishi lainnya, cukup tangguh dan dapat diandalkan.

Mitsubishi Grandis

 
Memiliki nama lain Mitsubishi Chariot, Grandis tidak bisa benar-benar berbicara banyak di kelasnya. Muncul pertama kali sekitar 2003, setelah itu namanya seolah tenggelam dari permukaan.

Kala itu isu paling besar adalah harga jualnya yang cukup tinggi, Grandis disebut minim fitur. Ia gagal bersaing, menerobos "pagar" yang dibuat oleh Honda Odyssey atau mungkin Toyota Innova.

Mitsubishi Maven


MPV ini merupakan kembaran dari Suzuki APV. Ini merupakan lanjutan dari kerjasama Mitsubishi dan Suzuki sebelumnya yakni Suzuki Carry Futura dengan Mitsubishi Colt T120SS

Pertama kali diperkenalkan pada 2005, Mitsubishi Maven seperti tenggelam di bawah bayang-bayang Suzuki APV. Mitsubishi hanya menjualnya hingga tahun 2009.

Mitsubishi Delica

 
Adalah MPV terakhir yang dijual oleh Mitsubishi. Mulai dijual 2015, Mitsubishi Delica seperti tidak mampu berbicara banyak di pasar Indonesia. 

Lalu bagaimana dengan XM Concept?
Mobil123.com hanya mencermati 2 faktor utama yang menentukan masa depan XM Concept atau Mitsubishi Expander. 

Pertama adalah kemampuan mesin bensin dari Mitsubishi. Di Indonesia, mesin bensin Mitsubishi tidak sesukses mesin dieselnya. Ada beberapa kesan kurang baik di pasar seputar mesin bensin Mitsubishi, di antaranya adalah meski memiliki respon mantap namun memiliki konsumsi BBM yang tidak irit dan harga sparepart yang cukup mahal.

Bisa dipastikan Mitsubishi Expander akan dibekali dengan mesin bensin 1.500 cc. Sayangnya sampai saat ini Mitsubishi belum mau mempublikasikan mesin apa yang akan digunakan pada Mitsubishi Expander. 

Jika melihat stok mesin dari Mitsubishi, dengan kapasitas 1.500 cc terdapat mesin berkode 4A91 yang digunakan pada Mitsubishi Lancer atau 4G15 dipercaya oleh Mitsubishi Colt T120SS. Tapi apakah mungkin menggunakan salah satu mesin tersebut? Akankah Mitsubishi mendevelop mesin baru khusus untuk Expander?

Seperti yang kita ketahui, sektor mesin sangat sensitif pada kelas small MPV. Jika ingin sukses, mesin wajib mengakomodir beragam elemen mulai dari hemat BBM, tangguh di segala medan serta mudah dan murah perawatan. Apakah Mitsubishi dapat menjawab tantangan tersebut.

Dari beberapa sumber, bahwa saat dilakukan pengetesan prototipenya di Jepang, Mitsubishi Expander memiliki mesin yang sangat responsif. Malahan ada yang menyebutkan bahwa saat diuji, masih tersisa banyak tenaga di pedal gas meski kecepatan sudah menunjukkan angka 120 km/jam.

Faktor kedua adalah penempatan harga. Ini menjadi penting karena di kelas small MPV kisaran harga mungkin tidak bisa lebih tinggi dari Rp 225 juta. Ini  mengingat duet Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia yang memiliki harga tertinggi Rp 202.5 juta - Rp 215 juta. 

Di kelas ini yang juga menjadi penguasa adalah Honda Mobilio. MPV Honda ini ditawarkan pada kisar Rp 213 juta - Rp 236 juta. 

Tak ketinggalan, sejatinya yang juga membuat panas kelas small MPV belakangan ini adalah hadirnya Wuling Confero SPabrikan mobil asal China ini secara mengejutkan memberikan penawaran harga yang sangat murah yakni Rp 130 - Rp 165 juta.

Dengan penempatan harga terbaik, tentunya membuat penjualan Mitsubishi Expander bisa diterima konsumen di kemudian hari. Apalagi mobil ini khusus didevelop untuk pasar Indonesia.

Akan lebih baik jika jumlah penjualan mirip dengan apa yang terjadi pada Toyota Avanza. Di mana sejak dijual, angka penjualannya terus tumbuh hingga lebih dari 10 tahun. Jika ingin sukses di pasar dan menjadikan Expander volume maker, Mitsubishi harus dapat menghindari apa yang dialami oleh Honda Mobilio serta Suzuki Ertiga, yang penjualannya tidak stabil atau sangat fluktuatif. [Ari]

Temukan mobil idaman di Mobil123          
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual