Waspadai Hal Ini Kalau Tidak Mau Mobil Terbakar

Panduan Pembeli

Waspadai Hal Ini Kalau Tidak Mau Mobil Terbakar

JAKARTA – Kasus mobil terbakar belakangan ini cukup banyak terjadi dan mendapat perhatian khusus dari pemilik kendaraan.

Mulai dari mobil LCGC hingga mobil premium sekalipun tidak lolos dari kobaran api. Belakangan di ketahui bahwa kendaraan tersebut kebanyakan terbakar karena mengalami konsleting yang menimbulkan pecikan api dan menjadi awal dari bencana kebakaran. Konsleting tersebut bisa disebabkan oleh adanya pesangan aksesoris yang kurang baik.

“Biasanya mobil terbakar disebabkan oleh adanya jaringan kelistrikan yang tidak dipasang dengan benar. Akibatnya terjadi konsleting dan membakar peredam kemudian merembet ke tempat lain. Oleh karena itu, api sulit dipadamkan karena accu masih terpasang ke jaringan kabel,” terang Thayne Finsenda Lika, Owner Dokter Mobil.

Ia pun menyarankan untuk memeriksa kondisi kabel secara rutin, khususnya saat melakukan perawatan berkala. Selain menggunakan kabel berkualitas baik, hasil pekerjaan pemasangan kabel dengan perangkat aksesoris juga harus harus menjadi perhatian.

“Oleh karena itu, untuk memasang akseoris tidak boleh berlebihan. Pastikan juga teknisi yang memasang aksesoris juga mengerti dengan kelistrikan dan mengerjakan tugasnya dengan baik,” tegasnya kemudian.

Tak hanya memperhatikan cara pemasangan, Ia juga menyarankan kepada pemilik kendaraan untuk berhati-hati dengan usia kabel. Ada kemungkinan kabel yang sudah tua kualitasnya menurun sehingga berpotensi mengalami kerusakan dan membakar kendaraan.

Usia kabel biasanya berkisar 5 tahun. Untuk itu, kendaraan yang sudah berusia 5 tahun ke atas sebaiknya diperiksa kembali kelistrikannya. Hal ini penting untuk menghindari terjadinya kasus mobil terbakar.

Kasus Mobil Terbakar

Waspadai Hal Ini Kalau Tidak Mau Mobil Terbakar

Berdasarkan pantauan kami, ada beberapa kasus mobil terbakar yang cukup menjadi sorotan masyarakat. Kasus pertama terjadi pada kasus terbakarnya Toyota Alphard pada tanggal 11  April 2020 lalu.

Ketika itu, sebuah dengan nomor polisi B-29-ZBA ludes dilahap api  sekitar pukul 16.00 WIB. Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak terjadi korban jiwa. Namun mobil mengalami kerusakan parah. Seluruh kaca pecah, warna body mobil sudah berubah, interior kendaraan tidak tersisa dan ruang mesin juga terlihat turut terbakar. Menariknya, meski ban sudah hangus terbakar, velg terlihat masih cukup utuh.

Kejadian serupa terjadi lagi pada 10 November 2020. Ketika itu, Toyota Alphard dengan nomor polisi B 1395 ZME yang dikendarai oleh Rosidi (53) tengah berjalan dari Ciawi menuju ke arah Jakarta. Di tengah perjalanan, bagian depan mobil mengeluarkan asap. Mobil kemudian menepi ke bahu jalan dan pengemudi keluar dari kendaraan hingga kendaraan terbakar keseluruhan. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar