Waduh, Merek-merek Mobil Asal Jepang Lagi Kesulitan Berjualan di China!

Berita Otomotif

Waduh, Merek-merek Mobil Asal Jepang Lagi Kesulitan Berjualan di China!

BEIJING – Merek-merek mobil asal Jepang sedang ‘terpukul’ di pasar China. Biang keladinya adalah beragam mobil listrik buatan merek lokal.

Para pabrikan mobil di Jepang, seperti dilaporkan Reuters baru-baru ini, mengalami krisis penjualan di negara komunis tersebut. Penyebabnya adalah pergeseran cepat ke era mobil listrik yang menyebabkan transaksi jual-beli mobil bermesin konvensional mengalami penurunan.

Analisis data industri Reuters menunjukkan bahwa merek-merek mobil Jepang secara total mengalami penurunan 32 persen pada Januari-Maret 2023, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). Ini lebih dari dua kali lipat kontraksi pasar.

Data China Association of Automobile Manufacturers memperlihatkan pangsa pasar merek-merek mobil Jepang turun menjadi 18,5 persen pada kuartal pertama. Padahal, pada 2020, penguasaan pasar mereka masih 25 persen.

DFSK Mini EV

Para konsumen dinilai beralih ke beragam pilihan mobil listrik, khususnya berbagai model dari merek-merek China. Apalagi, buatan dari para korporasi dalam negeri lebih terjangkau.

“Jepang menjadi pecundang terbesar dari perang harga sejauh ini,” nilai Founder dan Chief Operating Officer Automobility Bill Russo, firma konsultan yang berada di Shanghai.

“Seiring dengan makin murahnya mobil listrik, teknologi itu menjadi semakin atraktif bagi para pembeli inti yang memperlihatkan resistensi. Mereka inilah para pembeli merek-merek asing. Jadi, dari situ Anda bisa melihat kelanjutannya,” lanjut Russo.

mobil listrik Toyota

Toyota plus Lexus, contohnya, membukukan penurunan 14,5 persen pada kuartal pertama. Toyota termasuk merek yang melakukan pendekatan perlahan menuju mobil listrik, demi melindungi beragam kebutuhan konsumen di pasar global.

“Kami perlu meningkatkan kecepatan serta usaha kami demi memenuhi ekspektasi konsumen di pasar China,” tegas CEO Toyota Motor Corporation Koji Sato beberapa waktu lalu.

Tak hanya Toyota, penjualan Nissan pun menukik turun 45,8 persen. Mazda merosot 66,5 persen, sementara transaksi jual-beli Honda berkurang 38,2 persen.

CEO Honda Motor Corporation Toshihiro Mibe mengaku pihaknya tertinggal dari para pesaing asal China terkait beberapa teknologi peranti lunak.

“(Merek-merek mobil China) berada di depan kami, lebih jauh dari yang kami ekspektasikan,” pungkasnya. [Xan/Ses]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<< 



Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang