Fakta Penting Geely Starray EM-i di Indonesia: SUV Plug-in Hybrid Rp499 Juta Produksi Lokal di Purwakarta
Adu Spesifikasi SUV Listrik Rp 250–500 Jutaan: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 vs Geely EX5, Siapa yang Paling Unggul?
Beranda Berita Berita Otomotif Toyota: Di Masa Pandemi Corona Banyak Konsumen Beli Mobil Cash Toyota: Di Masa Pandemi Corona Banyak Konsumen Beli Mobil Cash Berita Otomotif Adi Hidayat | 14 May 2020 06:04 JAKARTA – Selama pandemik Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), jumlah konsumen yang membeli kendaraan secara tunai justru meningkat.Hal ini disampaikan oleh Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM). Meski jumlah pembelian kredit masih mendominasi, pelanggan yang membeli tunai juga mengalami kenaikan. Artikel terkait New Toyota Hilux Hadir Lebih Bertenaga Mobil Baru 30 May 2023 Toyota Gelar Promo Besar di Yaris Beats Corner Surabaya Berita Otomotif 23 August 2019 3700 Kendaraan Listrik Toyota Support Olimpiade dan Paralimpiade 2020 Berita Otomotif 26 August 2019 “Pastinya sekarang jumlah pelanggan yang membeli secara cash meningkat walau porsinya masih lebih besar kredit. Tapi selisihnya semakin tipis. Ini bukan hanya masalah Covid-19 tapi adanya pengetatan dari leasing,” ungkapnya.Ia mengatakan bahwa kenaikan jumlah Down Payment oleh perusahaan pembiayaan dinilai cukup memberatkan. Ditambah lagi seleksi konsumen saat pengajuan kredit pun kini lebih ketat dibandingkan sebelumnya.“Banyak leasing yang menaikkan DP atau memperketat seleksi. Mereka melihat kalau kalau konsumen bekerja sebagai pilot atau di bidang pariwiata, akan diperiksa lagi cara pembayarannya,” ungkapnya.Semakin ketatnya leasing tentunya membuat masyarakat yang perlu membeli kendaraan baru akhirnya memilih untuk membeli kendaraan secara tunai. Sementara untuk mereka yang tidak terlalu membutuhkan lebih memilih untuk menunda pembelian kendaraan.Salah satu perusahaan pembiayaan yang menaikkan DP kendaraan adalah Mandiri Tunas Finance (MTF). Kenaikan DP tersebut diakui sebagai salah satu langkah untuk menghindari adanya konsumen yang gagal bayar.“Sejauh ini kami masih belum sampai DP 50%, masih ada di sekitar 40%. Ini lakukan sebagai bagian dari mitigasi risiko, karena kalau ada orang coba-coba kemudian gagal bayar justru lebih rugi,” jelas Arif Reza Fahlepi, Corporate Secretary & Legal Compliance Division Head PT MTF.Langkah ini seperti pisau bermata dua. Di satu sisi, kenaikan DP justru akan membuat orang mengurungkan niat untuk membeli kendaraan sehingga penjualan kendaraan akan turun. Namun di satu sisi, pembeli kendaraan merupakan orang dengan keuangan yang sehat sehingga kemungkinan gagal bayar lebih kecil.“Karena secara risiko kami harus mempertimbangan. Jangan sampai kami makan banyak tapi sakit semua, penjualan tinggi tapi gagal bayar semua,” tegasnya kemudian.Semakin sulitnya masyarakat untuk membeli kendaraan pun berimbas pada penurunan penjualan mobil di Indonesia. Toyota misalnya, pada bulan Maret 2020 mereka berhasil menjual lebih dari 17.787 kendaraan. Namun pada bulan April, mereka hanya mampu menjual sebanyak 8.443 unit atau turun lebih dari 50%. [Adi/Ari] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait mobil baru Toyota Toyota-NCSR Toyota Indonesia Cetak Berita Utama Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ... 833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ... Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ... Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ... Komentar
Toyota: Di Masa Pandemi Corona Banyak Konsumen Beli Mobil Cash Berita Otomotif Adi Hidayat | 14 May 2020 06:04 JAKARTA – Selama pandemik Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), jumlah konsumen yang membeli kendaraan secara tunai justru meningkat.Hal ini disampaikan oleh Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM). Meski jumlah pembelian kredit masih mendominasi, pelanggan yang membeli tunai juga mengalami kenaikan. Artikel terkait New Toyota Hilux Hadir Lebih Bertenaga Mobil Baru 30 May 2023 Toyota Gelar Promo Besar di Yaris Beats Corner Surabaya Berita Otomotif 23 August 2019 3700 Kendaraan Listrik Toyota Support Olimpiade dan Paralimpiade 2020 Berita Otomotif 26 August 2019 “Pastinya sekarang jumlah pelanggan yang membeli secara cash meningkat walau porsinya masih lebih besar kredit. Tapi selisihnya semakin tipis. Ini bukan hanya masalah Covid-19 tapi adanya pengetatan dari leasing,” ungkapnya.Ia mengatakan bahwa kenaikan jumlah Down Payment oleh perusahaan pembiayaan dinilai cukup memberatkan. Ditambah lagi seleksi konsumen saat pengajuan kredit pun kini lebih ketat dibandingkan sebelumnya.“Banyak leasing yang menaikkan DP atau memperketat seleksi. Mereka melihat kalau kalau konsumen bekerja sebagai pilot atau di bidang pariwiata, akan diperiksa lagi cara pembayarannya,” ungkapnya.Semakin ketatnya leasing tentunya membuat masyarakat yang perlu membeli kendaraan baru akhirnya memilih untuk membeli kendaraan secara tunai. Sementara untuk mereka yang tidak terlalu membutuhkan lebih memilih untuk menunda pembelian kendaraan.Salah satu perusahaan pembiayaan yang menaikkan DP kendaraan adalah Mandiri Tunas Finance (MTF). Kenaikan DP tersebut diakui sebagai salah satu langkah untuk menghindari adanya konsumen yang gagal bayar.“Sejauh ini kami masih belum sampai DP 50%, masih ada di sekitar 40%. Ini lakukan sebagai bagian dari mitigasi risiko, karena kalau ada orang coba-coba kemudian gagal bayar justru lebih rugi,” jelas Arif Reza Fahlepi, Corporate Secretary & Legal Compliance Division Head PT MTF.Langkah ini seperti pisau bermata dua. Di satu sisi, kenaikan DP justru akan membuat orang mengurungkan niat untuk membeli kendaraan sehingga penjualan kendaraan akan turun. Namun di satu sisi, pembeli kendaraan merupakan orang dengan keuangan yang sehat sehingga kemungkinan gagal bayar lebih kecil.“Karena secara risiko kami harus mempertimbangan. Jangan sampai kami makan banyak tapi sakit semua, penjualan tinggi tapi gagal bayar semua,” tegasnya kemudian.Semakin sulitnya masyarakat untuk membeli kendaraan pun berimbas pada penurunan penjualan mobil di Indonesia. Toyota misalnya, pada bulan Maret 2020 mereka berhasil menjual lebih dari 17.787 kendaraan. Namun pada bulan April, mereka hanya mampu menjual sebanyak 8.443 unit atau turun lebih dari 50%. [Adi/Ari] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait mobil baru Toyota Toyota-NCSR Toyota Indonesia
Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ...
833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ...
Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ...
Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ...