Selektif Pilih Konsumen, MTF Naikkan DP Mobil Menjadi 40 Persen

Berita Otomotif

Selektif Pilih Konsumen, MTF Naikkan DP Mobil Menjadi 40 Persen

JAKARTA – Mandiri Tunas Finance (MTF) meningkatkan jumlah Down Payment (DP) untuk pembelian kendaraan selama pandemik Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Tidak tanggung-tanggung, bila sebelumnya masyarakat bisa membeli kendaraan dengan DP hanya sebesar 20%, kini DP yang harus dibayarkan adalah sebesar 40%. Langkah ini terpaksa dilakukan guna memastikan para pembeli kendaraan di MTF adalah nasabah yang sehat.

“Sejauh ini kami masih belum sampai DP 50%, masih ada di sekitar 40%. Ini lakukan sebagai bagian dari mitigasi risiko, karena kalau ada orang coba-coba kemudian gagal bayar justru lebih rugi,” jelas Arif Reza Fahlepi, Corporate Secretary & Legal Compliance Division Head PT MTF.

Langkah ini seperti pisau bermata dua. Di satu sisi, kenaikan DP justru akan membuat orang mengurungkan niat untuk membeli kendaraan sehingga penjualan kendaraan akan turun. Namun di satu sisi, pembeli kendaraan merupakan orang dengan keuangan yang sehat sehingga kemungkinan gagal bayar lebih kecil.

“Karena secara risiko kami harus mempertimbangan. Jangan sampai kami makan banyak tapi sakit semua, penjualan tinggi tapi gagal bayar semua,” tegasnya kemudian.

Ia juga menambahkan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meminta perusahaan pembiayaan untuk memperhatikan mitigasi risiko. Jangan sampai ada yang merusak kinerja multifinance dan NPL dijaga.

“Arahan OJK ini dijalankan sesuai dengan prosedur masing-masing perusahaan. Jangan sampai NPL menjadi tinggi. Untuk itu kami akan merawat nasabah kami agar tidak menjadi kredit macet dan untuk nasabah baru, kami akan lebih selektif,” tandasnya.

Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) telah memukul beragam industri termasuk otomotif. Diperkirakan pasar otomotif akan drop hingga 40% dibandingkan dengan penjualan tahun lalu dan menjadi salah satu penjualan kendaraan paling rendah dalam 10 tahun terakhir. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar