Toyota Calya Tipe Terendah Ternyata Kurang Diminati

Mobil Baru

Toyota Calya Tipe Terendah Ternyata Kurang Diminati

JAKARTA – PT Toyota Astra Motor (TAM) menyebut bahwa penjualan Toyota Calya tipe terendah ternyata tidak terlalu baik.

Hal ini disampaikan oleh Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT TAM. Berdasarkan catatan yang dimilikinya, penjualan Toyota Calya tipe terendah atau non ABS justru hanya terjual beberapa unit saja pertahun.

“Tipe non ABS jumlahnya tidak terlalu banyak. Beberapa dibeli oleh konsumen fleet sehingga jumlahnya kecil sekali. Mungkin di bahwa 10 persen, sekitar 5 persenanlah. Ini karena pasarnya kebanyakan perusahaan rental kendaraan, jadi jumlahnya tidak banyak,” ungkapnya.

Sementara itu, tipe terlaris Toyota Calya justru tipe atas yaitu tipe G manual. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya bisa mencapai lebih dari setengah penjualan Toyota Calya di Indonesia pertahunnya.

“Lebih dari 50 persen kontribusi G MT terhadap total penjualan Toyota Calya, karena memang retail secara nasional rata-rata membeli G MT. Tapi kalau di kota besar, banyak juga yang memilih G AT,” tegasnya kemudian.

Padahal, perbedaan harga antara Toyota Calya non ABS dengan GT MT terbilang cukup tinggi. Toyota Calya non ABS dijual dengan harga Rp 137,463 juta sementera tipe G MT dibanderol Rp 146,4 juta. Itu artinya, selisih harga tersebut mendekati Rp 10 juta.

Toyota Calya resmi diremajakan dengan beragam sentuhan baru baik dari sisi eksterior maupun interior. Ubahan tersebut di antaranya adalah dengan hadirnya LED Headlamp, Retractable Over Mirror (tipe G), Front Grille Design with Dark Chrome Element and rear garnish serta Alloy Wheel Design membuatnya tampak lebih segar.

Masuk ke dalam, sentuhan barunya meliputi pada Touchscreen Head Unit (tipe G), Audio Steering Switch (tipe G), Under Seat Compartement Tray (tipe G A/T), Illumination on A/T indicator (tipe G A/T), Driver Seat Back Pocket (tipe G) dan Front Console Box (tipe G). [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support