Toyota Anggap Glory 560 Bukan Ancaman Buat Rush

Berita Otomotif

Toyota Anggap Glory 560 Bukan Ancaman Buat Rush

JAKARTA - PT Toyota Astra Motor (TAM) tanggapi soal harga DFSK Glory 560 yang dijual beririsan dengan Toyota Rush dan juga Avanza.

Gebrakan pabrikan otomotif asal China DFSK terus berlanjut. Kali ini lewat low SUV terbarunya Glory 560 yang dijual dengan tampilan cukup menarik, fitur melimpah serta tentunya harga sangat kompetitif.

Menjadi perhatian tentu soal harga yang diumumkan bertepatan dengan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019. DFSK Glory 560 dijual mulai Rp Rp 189.000.000 hingga Rp 239.000.000. 

Rentang harga ini sama dengan 2 andalan Toyota, masing-masing Rush di kelas low SUV dan Avanza di segmen low MPV. Untuk diketahui Avanza dijual mulai Rp 191 jutaan hingga Rp 239 jutaan. Sementara Rush dari Rp 234 jutaan sampai Rp 265 jutaan on the road DKI Jakarta.

Namun hal ini ternyata ditanggapi santai oleh TAM, DFSK Glory 560 sampai sejauh ini belum dianggap ancaman. Menurut Fransiscus Soerjopranoto, Executive General Manager TAM, secara produk Rush sudah sangat kuat di Indonesia dan sudah memulai sepak terjangnya sejak 13 tahun lalu. Sementara Avanza segmen-nya jelas berbeda, belum lagi karakter konsumen di Indonesia lebih suka dengan multi purpose vehicle (MPV).

"Pasar dan juga karakter konsumen di Indonesia cukup beragam. Tetapi, kami tetap optimis jika dengan adanya kompetitor penjualan Avanza-Rush tidak terganggu," kata pria yang akrab disapa Soerjo di area Telkomsel IIMS 2019, Kamis (2/5/2019).

Soerjo menambahkan, produk baru itu akan berhasil tergantung penerimaan pasarnya. Karena semua diserahkan dengan selera masing-masing konsumen, pihaknya berharap semuanya melakukan persaingan yang sehat

"Adanya produk baru justru bagus karena bisa menambah khazanah atau memperluas pasar otomotif di Indonesia. Termasuk penjualan Avanza dan Rush selama ini terus mengalami peningkatan, bahkan mulai bulan lalu distribusi dari pabrik mulai meningkat," tutup Soerjo.



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar