Tips Berkendara di Jalan Tol Saat Hujan

Panduan Pembeli

Tips Berkendara di Jalan Tol Saat Hujan

JAKARTA – Berkendara di jalan tol saat musim hujan bukanlah perkara gampang. Apalagi di musim liburan akhir tahun membuat volume lalu lintas kendaraan semakin bertambah.

Pasalnya, berkendara di jalan tol saat hujan memiliki berbagai tantangan tersendiri dan pengemudi harus tetap fokus agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Hal ini disampaikan oleh  Sony Susmana, pendiri dari Safety Defensive Consultant Indonesia.

“Setiap pengemudi harus bisa menjaga fokus mereka saat berkendara. Untuk mencapai hal tersebut, mereka harus istirahat atau tidur selama 7 hingga 8 jam. Kalau dari kurang itu, fokus pengemudi bisa berkurang. Kalau ini dilakukan, maka dia akan memiliki stamina sekitar 4 jam berkendara,” ungkapnya.

Selain istirahat cukup, pengendara juga sudah harus mengenali karakter dari kendaraan yang akan digunakan.

Wuling

Belakangan ini sudah banyak kendaraan yang memiliki fitur canggih sehingga tentu cara memperlakukannya pun akan sangat berbeda.

Salah satunya mobil yang dimaksud Sony ialah Wuling Almaz. SUV modern dengan harga terjangkau ini sudah dibekali segudang fitur canggih yang dapat membantu pengendara menghadapi kondisi cuaca tidak bersahabat.

“Mengendarai mobil-mobil modern dengan kovensional itu sangat berbeda perlakuannya sehingga tidak bisa sembarangan. Teknik mengerem pada mobil yang menggunakan rem ABS dengan non ABS saja sudah sangat berbeda,” ungkapnya.

Ia pun mengatakan bahwa saat berkendara di jalan tol dalam kondisi hujan, pengendara akan menghadapi tantangan aquaplaning, crosswind dan lateral wind.

Ketiga kondisi tersebut berpotensi untuk menyebabkan mobil tergelincir.

Wuling

“Kalau hujan, kita pasti mengalami aquaplaning namun masih bisa dikendalikan. Tapi kalau kecepatan terlalu tinggi, daya cengkram ban mobil bisa hilang, mengalami slip dan kecelakaan. Sama dengan crosswind dan lateral wind, kondisi ini juga bisa menyebabkan mobil tergelincir,” terangnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, yang bisa dilakukan oleh pengendara adalah melambat dan konstan di kecepatan tertentu. Ia menyarankan agar pengemudi berkendara dengan kecepatan yang memang  mereka kuasai sepenuhnya.

Mobil-mobil dengan ESC (electronic stability control) pun jauh lebih aman ketika melintasi permukaan licin karena hujan misalnya. Fitur ini akan bekerja secara otomatis menstabilkan kendaraan dan meminimalisir slip roda.

“Banyak orang merasa baik-baik saja saat mengemudi di cuaca buruk, padahal sebaliknya. Kuncinya adalah akal sehat dari pengemudi. Coba tanyakan ke diri sendiri, kalau membawa kendaraan dengan kecepatan 100 km/jam kemudian mobil slip, apa yang bisa dilakukan? Kalau merasa tidak sanggup mengendalikan kendaraan maka kurangi hingga kecepatan yang dirasa mampu untuk dikendalikan,” pungkasnya.

Nah, selamat berlibur untuk Anda. Tetap perhatikan keselamatan dan kesehatan selama liburan. [Adi/Idr]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar