Suzuki Resmi Hentikan Penjualan Kendaraan Bermesin Diesel

Berita Otomotif

Suzuki Resmi Hentikan Penjualan Kendaraan Bermesin Diesel

BUDAPEST – Suzuki resmi akan menghentikan seluruh penjualan model dieselnya di Eropa.

Penjualan tersebut sepenuhnya akan dihentikan pada akhir tahun nanti. Hal ini dilakukan mengingat sejumlah negara Eropa sudah memberlakukan pengetatan terhadap kendaraan diesel karena dianggap kurang ramah lingkungan.

Sebelumnya, Suzuki pun sudah menghentikan produksi kendaraan dieselnya di Hungaria awal tahun ini. Tertatat, dari 281.000 unit mobil Suzuki yang dijual di Eropa, 10 persen di antaranya adalah mobil bermesin diesel.

Langkah yang sama pun dilakukan oleh Mitsubishi. Mereka akan mulai menghentikan penjualan kendaraan diesel termasuk Inggris dan Jerman. Mereka akan mulai fokus untuk menjual mobil penumpang dengan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

Namun, Mitsubishi tidak akan mengehentikan penjualannya sepenuhnya.mereka masih akan menjual kendaraan komersial bermesin diesel. Keputusan tersebut terbilang masuk akal mengingat pasar Mitsubishi di segmen ini terbilang besar di Eropa.

Negara-negara di Eropa memang terbilang cukup ketat dalam menetapkan aturan yang sifatnya untuk menjaga lingkungan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kondisi lingkungan di sana agar tetap bersih dan jauh dari kata pencemaran.

Sementara itu di Indonesia, belakangan ini Pemerintah baru mulai mendengarkan pendapat dari para produsen kendaraan. Salah satunya adalah dengan menerapkan aturan yang lebih ketat seperti Eruo4 dan B20 sehingga selain akan meningkatkan kualitas lingkungan, perkembangan industri kendaraan juga lebih baik. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar