Supaya Murah, Mobil Listrik Suzuki di Indonesia akan Berteknologi Mild Hybrid

Berita Otomotif

Supaya Murah, Mobil Listrik Suzuki di Indonesia akan Berteknologi Mild Hybrid

TANGERANG – Teknologi mobil listrik saat ini amat beragam. Untuk pasar Indonesia, Suzuki menegaskan akan memilih mild hybrid.

Assistant to Design, Development, Engineering, and Homologation PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) Mahardian Ismadi Brata membeberkan rencana meluncurkan model-model berteknologi mild hybrid di Tanah Air pada masa mendatang.

Pasalnya, teknologi elektrifikasi satu ini memungkinkan Suzuki menjual mobil listrik dengan harga murah.

Sekadar mengingatkan, rencana itu masih terkait kebijakan pemerintah mendorong pasar serta industri kendaraan listrik di Indonesia melalui beragam insentif fiskal maupun non-fiskal. Di antaranya tarif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) relatif kecil bagi kendaraan dengan teknologi elektrifikasi—dari 12 persen sampai 0 persen—yang berlaku sejak 16 Oktober 2021.

Suzuki Ertiga akan dibuatkan versi mild hybrid SHVS

“Daya beli masyarakat kita saat ini masih mobil-mobil dengan harga di bawah Rp300 juta. Oleh karena itu, kami di awal akan memperkenalkan teknologi mild hybrd karena bisa menciptakan mobil yang lebih efisien bahan bakar minyak (BBM) dengan harga terjangkau,” ucap dia dalam konferensi pers di sela-sela Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021, Rabu (17/11/2021) di Serpong, Tangerang.

Teknologi mild hybrid pabrikan asal Jepang ini sendiri bernama Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS).

Sistem kerjanya mengandalkan dua komponen utama yakni Integrated Starter Generator (ISG) serta baterai lithium-ion yang jauh lebih kecil daripada teknologi-teknologi elektrifikasi lain yakni strong hybrid, plug-in hybrid (PHEV), apalagi battery electric vehicle (BEV/mobil listrik murni).

Suzuki XL7 akan dibuatkan versi mild hybrid SHVS

Baterai berukuran kecil ini membuat harga jualnya kelak bisa ditekan. Tapi, efisiensi BBM plus reduksi emisi gas buang yang menjadi tujuan utama kebijakan pemerintah masih tercapai.

Harga jual mobil listrik disebut sangat tergantung komponen baterai lithium-ion yang saat ini masih amat mahal.

“Dalam teknologi mild hybrid diperlukan hanya lima sel baterai. Di strong hybrid, dibutuhkan 40 sel. PHEV 100 sel. Pada BEV dibutuhkan 300 sel,” papar dia menanggapi pertanyaan Mobil123.com dalam sesi tanya-jawab.

Sebenarnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sudah membocorkan bahwa model-model mild hybrid Suzuki di Indonesia kelak ialah Ertiga mild hybrid (meluncur 2022) serta XL7 mild hybrid (2023). Sayangnya, dalam konferesi pers terkini, Suzuki menolak menanggapi informasi tersebut. [Xan]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar