Sudah Ada Pembatas Beton, Gowes di Jalan Sudirman-Thamrin Kini Makin Aman

Berita Otomotif

Sudah Ada Pembatas Beton, Gowes di Jalan Sudirman-Thamrin Kini Makin Aman

JAKARTA – Bersepeda di jalan Sudirman–Thamrin kini semakin nyaman dengan adanya pengaman di jalur sepeda.

Pengaman tersebut dipasangkan secara permanen oleh Dinas Perhubungan sebagai bagian dari program Jakarta Ramah Bersepeda. Program tersebut sesuai dengan arahan Gubernur DKI Jakarta tentang skala prioritas transportasi, penggunaan sepeda berada di posisi kedua setelah pejalan kaki.

Jalur sepeda dengan total panjang 11,2 KM tersebut dibatasi oleh "planter box" untuk memisahkan dengan jalur kendaraan bermotor. Dengan demikian diharapkan keselamatan persepeda dapat lebih terjamin.

Hal ini penting karena Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengatakan bahwa terdapat sebanyak 3.647 pesepeda/hari pada hari kerja. Jumlah tersebut kemudian meningkat drastis saat weekend menjadi 11.320 pesepeda/hari. Data ini berdasarkan riset dari bulan Juni-Desember 2020.

Sepeda

Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga menegaskan bahwa jalur sepeda permanen dari Jalan Sudirman hingga Jalan MH Thamrin ini juga sudah sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam pasal 62 ayat 1 disebutkan bahwa Pemerintah harus memberikan kemudahan berlalu lintas bagi pesepeda. Kemudian pada ayat 2 berbunyi Pesepeda berhak atas Fasilitas pendukung Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran dalam berlalu lintas.

Guna menghindari terjadinya konflik antara pengguna jalan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan mengedukasi kepada seluruh pengendara untuk menggunakan lajur yang sudah diperuntukkan bagi masing-masing kendaraan. Tentunya hal ini menjadi penting karena umumnya jalur sepeda memang tetap digunakan oleh pengguna kendaraan lain.

Dengan adanya aturan ini, pesepeda memang menjadi semakin istimewa di jalan. Hal ini karena pesepeda memang cukup diuntungkan dengan kebijakan yang dibuat Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

Salah satu keistimewaannya adalah adanya bagasi khusus untuk sepeda lipat di Bus Jabodetabek Residence Connexion (JR Connexion). Kebijakan ini diberikan oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPJT).

Dengan adanya fasilitas ini maka dapat memudahkan mobilitas masyarakat yang ingin menjadikan sepeda sebagai tunggangannya. Terlebih, dalam sistem transportasi massal, bersepeda merupakan bentuk dari Non Motorized Transportation (NMT) yang digunakan dalam tahapan first mile dan last mile saat berproses menggunakan transportasi publik. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar