Pesepeda Makin Istimewa, Dapat Bagasi Gratis di Bus

Berita Otomotif

Pesepeda Makin Istimewa, Dapat Bagasi Gratis di Bus

JAKARTA – Pesepeda kini akan semakin dimanjakan dengan beragam fasilitas yang diberikan Pemerintah.

Setelah sebelumnya diberikan jalur khusus, kini pesepeda yang menggunakan sepeda lipat disediakan bagasi khusus di Bus Jabodetabek Residence Connexion (JR Connexion). Kebijakan ini diberikan oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPJT).

“Layanan bagasi gratis bagi sepeda lipat pada JR Connexion merupakan salah satu terobosan baru yang dapat mendorong masyarakat untuk menjadikan sepeda sebagai salah satu alternatif dalam bertransportasi pada aktivitas sehari-hari seperti bekerja, berbelanja dan sebagainya,” ungkap Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan.

Menurutnya, dengan adanya fasilitas ini maka dapat memudahkan mobilitas masyarakat yang ingin menjadikan sepeda sebagai tunggangannya. Terlebih, dalam sistem transportasi massal, bersepeda merupakan bentuk dari Non Motorized Transportation (NMT) yang digunakan dalam tahapan first mile dan last mile saat berproses menggunakan transportasi publik.

“Sepeda bisa menjadi bagian dari integrasi antarmoda yang baik dengan transportasi publik seperti KRL, MRT dan BRT,” jelas Menhub

Meski sudah diresmikan, belum semua bus sudah memiliki fasilitas ini. Tercatat, dari 8 operator JR Connexion baru ada 6 operator JR Connexion dengan 14 unit bus ke 10 rute yang memiliki fasilitas bagasi ini. Fasilitas ini akan diberikan gratis bagi pengguna JR Connexion yang membawa sepeda lipat.

Wujudkan Transportasi Ramah Lingkungan

Pesepeda dapat bagasi khusus
Budi Karya pun menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah memperkuat transpotasi ramah lingkungan. NMT seperti sepeda pun dinilai menjadi salah satu pilar penting untuk mencapai hal tersebut. Ini karena terkait langsung dengan isu-isu global seperti isu lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat.

“NMT dalam bentuk jalan kaki dan bersepeda dikenal di seluruh dunia sebagai bagian dari sistem transportasi perkotaan. Kami tengah berupaya menjadikan Indonesia negara yang ramah bagi pejalan kaki dan sepeda melalui pembangunan fasilitas sarana dan prasarana pendukungnya,” ungkapnya.

Upaya lain yang tengah dilakukan pemerintah dalam menghadirkan transportasi ramah lingkungan juga dilakukan dengan mendorong pihak swasta untuk merealisasikan kawasan berkonsep transit oriented development (TOD). Kawasan TOD yang mengusung konsep hunian yang terintegrasi dengan simpul transportasi publik seperti : LRT, MRT, shuttle bus, kereta api dan fasilitas NMT seperti sepeda serta berjalan kaki. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar