Honda Mobilio Baru Kalah Laku Dibanding Avanza Facelift dan Xpander

Berita Otomotif

Honda Mobilio Baru Kalah Laku Dibanding Avanza Facelift dan Xpander

JAKARTA - Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) Honda Mobilio versi model 2019 berselisih cukup banyak jika dibandingkan dengan kompetitor di kelas low multi purpose vehicle (LMPV) seperti Mitsubishi Xpander atau model barunya Toyota Avanza. Honda mengaku tak cemas dan mewajarinya.

Sekadar mengingatkan, Mobilio minor change dengan sedikit ubahan aksesoris mengaspal di Indonesia pada pertengahan Februari. Selama tiga bulan pertama tahun ini sendiri sudah ada lima LMPV baru. Selain jagoannya Honda tersebut, ada Toyota Avanza facelift, Daihatsu Xenia facelift, Suzuki Ertiga minor change, plus All-New Nissan Livina.

Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT. Honda Prospect Motor (HPM), mengklaim bahwa jumlah pemesanan Mobilio teranyar lebih dari 1.000 unit selama Januari - Februari lalu. Bahkan, jumlahnya mendekati 2.000 unit.

“Sudah hampir 2.000 unit,” akunya di sela-sela Media Test Drive All-New Honda Brio Satya di Sirkuit Sentul, Bogor, Rabu (21/3/2019).

Angka tersebut, jika dibandingkan dengan para kompetitor yang juga melakukan penyegaran model, berbeda cukup banyak. Sebagai contoh, Avanza facelift pada rentang waktu sama sudah diorder lebih dari 17.000 ribu sedangkan Xenia facelift 6.500 unit.

Sementara, sang pemain baru yang hadir sejak Agustus 2017 yaitu Mitsubishi Xpander tidak merilis data SPK selama 2 bulan belakangan ini. Akan tetapi data wholesales-nya mencapai sekitar 12 ribu unit.

Jonfis mengaku tak khawatir. Ia menyadari hal ini memang merupakan efek dari lifecycle Mobilio yang membuatnya sudah berpindah segmen konsumen dari pembeli emosional ‘pencari tren’ dengan daya beli lebih menjadi mereka yang fungsional, sangat melihat value for money, lebih banyak pertimbangan, serta lebih sensitif soal harga.

Sebagai gambaran, Mobilio pertama kali meluncur pada 2014. Sejak saat itu, model tersebut baru sekali melakukan major change generasi pertamanya yakni pada 2017, sebelum kemudian mengoprek eksterior maupun interiornya sedikit tahun ini.

“Kalau sudah lama, saya suruh kami beli pun kamu akan tanya, kenapa kamu suruh saya beli? Kan enggak ada alasannya. Kita kan kemarin bicara segmen konsumen di LMPV itu daily user, smart buyer, dan trend seeker. Kalau Anda model baru dan memang bagus, trend seeker bisa 80 persen kadang-kadang. Tapi tahun kedua, ketiga, kelima harus dilihat lagi. Kami itu sudah masuk ke daily user dan smart buyer,” paparnya.

Jonfis menerangkan belum ada konsumen Mobilio yang hingga kini membeli ulang model tersebut. Mungkin para pembeli emosional baru akan bisa kembali direngkuh ketika major change, yang masih ia rahasiakan detailnya, dirilis ke pasar.

Jonfis pada kesempatan berbeda juga sempat mengatakan bahwa pihaknya bersyukur Mobilio satu platform dengan BR-V dan Brio. Ketika Mobilio dan BR-V melesu, Brio bisa mengimbangi skala produksi dengan kenaikan penjualan pada generasi barunya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar