Honda Masih Bersyukur Meski Mobilio dan BR-V Kurang Laku

Berita Otomotif

Honda Masih Bersyukur Meski Mobilio dan BR-V Kurang Laku

JAKARTA – Honda mengakui masih cukup bersyukur walaupun penjualan Mobilio maupun BR-V sedang turun. Ini karena Brio, yang satu platform dengan kedua model tersebut, mengalami kenaikan penjualan sehingga skala produksi ketiga model di pabrik Honda di Karawang, Jawa Barat masih cukup terjaga.

Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT. Honda Prospect Motor (HPM), mengaku pihaknya lebih melihat performa ketiga model secara keseluruhan ketimbang secara terpisah. Menurut dia, performa ketiganya secara total masih bisa ditoleransi.

“Ketiganya, kan, satu ‘keluarga’, satu platform. Mobilio, Brio, BR-V. Kalau ada model yang produksinya turun lalu model yang lain bisa mengompensasinya, oke lah. Volume sekitar 10 ribu unit per bulan masih oke untuk satu platform itu,” papar Jonfis di sela-sela Uji Keiritan Mobilio facelift pada pertengahan pekan ini di Ancol, Jakarta.

Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) 2018 menunjukkan bahwa Brio menjadi satu-satunya yang mengalami kenaikan penjualan dari tiga model di atas. City car yang pada Agustus 2018 baru merilis generasi keduanya ini mampu terdistribusikan sebanyak 61.951 unit atau meningkat 14,81 persen jika dibandingkan 2017 (year on year).

Mobilio, di sisi lain, melemah 31,34 persen year on year dari 35.430 unit menjadi 24.328 unit. Penurunan terparah dialami BR-V yaitu 58,31 persen year on year, dari 21.932 unit menjadi 9.143 unit.

Secara total penjualan Mobilio, BR-V, Brio adalah 95.422 unit, turun 14,28 persen year on year, karena pada 2017 ketiganya masih mampu membukukan volume 111.320 unit. Brio menjadi contributor terbanyak dengan 64,92 persen, diikuti Mobilio (25,2 persen) kemudian BR-V (9,58 persen).

Menurut Jonfis, penggunaan satu platform untuk banyak model sekarang sudah menjadi tren pabrikan otomotif global. Dengan cara ini, produksi menjadi lebih efisien.

“Kalau Anda hanya menggunakan satu platform saja (untuk satu model), bahaya. Selain itu konsumen bisa menikmatinya juga. Harga suku cadang bisa dibuat lebih murah,” tandas Jonfis. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar