Sejarah Toyota Yaris Show Off di Indonesia

Berita Otomotif

Sejarah Toyota Yaris Show Off di Indonesia

JAKARTA - Kehadiran Toyota Yaris di Indonesia sejak 2006 diikuti kontes modifikasi Yaris Show Off berhasil mengubah citra hatchback tersebut. Lewat ajang Yaris Show Off membuat Toyota Yaris menjadi kendaraan cocok dipakai anak muda jaman sekarang.

YSO sendiri tentu tak terlepas dari para penggemar modifikasi di Tanah Air yang didominasi anak muda. Tercatat sejak 2007, acara ini tetap semangat walau pemenangnya silih berganti. Perjalanan YSO cukup panjang hingga melahirkan para modifikator andal di Indonesia. Berikut sejarah YSO di Indonesia.

YSO 2007

Awal dimulainya Yaris Show Off di tahun 2007 hanya diikuti 10 orang dan bertempat di Jakarta. YSO 2007 diadakan di Cilandak Town Square. Walau panitia tidak memberikan tema khusus, namun para peserta justru diberikan kebebasan dalam menuangkan ide kreatifnya pada Yaris mereka.

Perhelatan YSO pertama ini akhirnya menobatkan Agus Djaja Somat sebagai King YSO 2007 mengalahkan 9 peserta lain.

YSO 2008

YSO mulai menjalar ke kota Surabaya yang merupakan salah satu gudang modifikator kreatif di Indonesia. Meski masih tanpa tema, namun panitia menitikberatkan modifikasi Yaris yang harus peserta lakukan adalah Sporty dan Elegance.

Banyaknya kontestan yang ingin berpartisipasi dalam YSO, mengharuskan panitia membatasi peserta sebanyak 20 unit per kota, atau total 40 peserta (dari Surabaya dan Jakarta).

Akhirnya Inspire berhasil mengalahkan ‘Prince’ dari Jakarta dan Surabaya untuk kemudian meraih mahkota KING YSO 2008.

YSO 2009

Yaris Show Off terus berkembang dan memasuki 2009, kontes modifikasi YSO menambahkan Bali dan Medan, sehingga total kota ada 4 dengan total peserta menjadi 40, atau masing-masing kota 10 unit Yaris.

Panitia mulai mengadakan tema yakni 'New Wave in Car Entertainment' dengan focus interior (Music & Entertainment) dan Eksterior untuk Youth Character. Event Final Battle yang diadakan di fX Lifestyle Sudirman ini akhirnya dimenangkan oleh Handy Setyawan dengan tampilan eskterior yang mengubah bumper depan belakang, serta penambahan stiker.

Pada Interior pun Handy menempatkan gadget di tengah lingkar kemudi yang dapat dimainkan dengan menggunakan kemudi tersebut.

YSO 2010

YSO kembali satu tahun kemudian dengan 10 kota yakni Makassar, Jogja, Medan, Bali, Manado, Semarang, Bandung, Surabaya, Pekanbaru dan Jakarta. Dan masing-masing kota tersebut menurunkan 10 peserta untuk kemudian diadu untuk meraih predikat KING YSO.

Smara Tantra Purnomo sebagai pemilik Yaris Biru-Hitam berhasil menjuarai Final Battle 2 West vs 2 East. Tantra yang didukung oleh Modifikator Andre Mulyadi dari Bengkel Signal Kustom mampu menerjemahkan tema YSO 2010 “It’s All About Fun” dengan berbagai ubahan yang diterapkan, tidak hanya pada eksterior, interior namun juga menyentuh sisi mesin dengan tambahan turbo.

YSO 2011

Kemeriahan Yaris Show Off semakin berasa di Indonesia. 10 kota yang sebelumnya berpartisipasi di 2010 menambah 10 peserta lagi sehingga setiap kota terdapat 20 peserta modifikasi, atau total mencapai 200 peserta.

Tema yang diusung pada YSO 2011 adalah “Custome and Creative in Style”. Pada gelaran YSO kali ini juga memberikan kesempatan pada modifikator pemula yang ingin bekecimpung di ajang modifikasi tanah air melalui kontes “Rising Star”.

Tahun 2011, Eric Setio Wibowo yang berasal dari Bali namun mewakili Surabaya ini akhirnya mendapatkan gelar KING YSO 2011 dengan desain yang menawan tanpa menghilangkan unsur safety.

YSO 2012

Pada tahun 2012, jumlah kota yang turut serta masih sama dengan 2011, begitu pun jumlah unit Yaris yang dimodifikasi, yakni total 200 unit.

YSO 2012 mengusung tema “Fungressive, Sporty and Trendsetter Attitude” memberikan ruang lebih pada para modifikator untuk berkreasi lebih dari tahun-tahun sebelumya. Apalagi modifikasi yang diperbolehkan batasannya adalah “Extreme Modification”.
 
Yaris Dragonito akhirnya berhasil menyisihkan 4 finalis lain yang menjadi juara regional. Ubahan yang dilakukan Dragonito secara tampilan terbilang maksimal dengan stiker yang menutupi keseluruhan badan Yaris. Penggunaan lampu LED juga memberikan Attitude pada Yaris milik Dragonito.

YSO 2013/2014

Toyota mengubah strategi kontes YSO. Sistemnya diubah dan kick-off yang dilakukan pada Desember 2013 memberikan kesempatan pada peserta untuk menghadirkan modifikasi sesuai tema, “Best of the Best”. Tema ini memberikan kebebasan dalam berkreasi sesuai dengan tema-tema YSO terdahulu.
 
Panitia YSO melakukan sosialisasi ke 7 kota yakni Makasar, Medan, Jogjakarta, Surabaya, Denpasar, Bandung, Jakarta untuk mendapatkan peserta Yaris Show Off. Para peserta kemudian mengirimkan konsep mereka ke panitia. Selanjutnya para panitia harus memilih 5 finalis yang akan bertanding pada Final Battle bulan Februari 2014 sesuai dengan konsep yang telah mereka kirimkan sebelumnya.

Pengumuman yang dilakukan bersamaan dengan “Toyota Appreciation Night” menobatkan Kupu-Kupu Malam sebagai King of YSO 2014.

YSO 2015

Pada Yaris Show Off tahun 2015, panitia mencoba melebarkan kesempatan bagi masyarakat Indonesia yang ingin menampilkan kreatifitas mereka dalam modifikasi Yaris. Kick-Off yang dilakukan pada bulan November 2014 mengundang semua calon peserta untuk mengirimkan konsep modifikasi mereka sesuai dengan tema “Fun, Sporty, Hi-Tech” kepada panitia.

Sejumlah 248 konsep diterima email panitia dengan berbagai kreatifitas tinggi dan menarik. Panitia mengalami kesulitan untuk menentukan 5 peserta yang layak masuk sebagai finalis.

Desember 2014 diumumkan 5 finalis Yaris Show Off 2015; Andika Rinaldi dari Jakarta, Eric Setio Prabowo dari Denpasar, Robby Tamaro Yohannes Sinaga dari Bekasi, M. Ridwan Prasetio dari Tangerang, serta Calvin Manuel Agustino Polin dari wilayah Pekanbaru.

Lima finalis ini memiliki waktu sekitar 1 bulan untuk mendandani Yaris mereka sebelum kegiatan Roadshow yang harus mereka ikuti. Alhasil Toyota Yaris milik Eric Setio Prabowo dari Denpasar ditampuk sebagai King of Yaris 2015. [Ikh/Idr]

 

Temukan mobil idaman di Mobil123.
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



M Ikhsan

M Ikhsan

Pria ini sangat menyukai dunia otomotif karena sudah menjadi bagian hidupnya sejak kecil. Seperti para jurnalis otomotif lainnya, saya suka‬ pekerjaan yang mendetail dan suka dengan aktivitas outdoor yang penuh tantangan. Impian saya adalah mengoleksi supercar Italia, meski sekarang hanya bisa mengoleksi die cast. Tapi saya percaya suatu saat nanti, satu supercar akan terparkir di garasi rumah. ‎


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support