Piaggio Group Dapat Suntikan Modal Rp 866 Miliar

Berita Otomotif

Piaggio Group Dapat Suntikan Modal Rp 866 Miliar

PONTEDERA – Piaggio Group dikabarkan mendapat pinjaman dana sebesar Rp 866 miliar untuk mendanai divisi Research and Development of Innovative Technology and Product Solutions.

Pinjaman dana tersebut tidak serta merta menyatakan bahwa Piaggio Group tengah carut marut dalam hal keuangan. Dikutip dari Rideapart.com, pinjaman ini guna membantu bisnis kembali lancar setelah istirahat cukup panjang di masa pandemi corona.

Seperti diketahui, Italia menjadi salah satu negara yang terdampak cukup hebat oleh virus corona. Sejak 22 Maret, Pemerintah Italia memutuskan untuk lockdown sehingga tidak aktivitas untuk semua warganya dan sedikit mempengaruhi pabrik Piaggio.

Kini status lockdown telah berangsur-angsur berlalu, bisnis kembali dimulai seiring dengan penerapan New Normal. Piaggio yang telah menghentikan proses produksi setelah sekian lama, membutuhkan tambahan modal khususnya untuk melakukan pengembangan teknologi.
Piaggio Group Dapat Tambahan Modal

Beberapa inovasi diketahui sudah mulai dikembangkan oleh Piaggio seperti leaning three wheeler dan active aero winglet. Mereka juga mendapatkan hak untuk mempertahankan desain klasik Vespa sebagai trademark.

Ke depannya, Piaggio tidak hanya dikenal sebagai produsen kendaraan roda dua, namun roda tiga berteknologi canggih. Saat ini dikabarkan Piaggio telah memiliki tim R&D yang kuat. Dengan masuknya tambahan modal, sejatinya tim ini akan semakin hebat dan menghasilkan produk-produk yang luar biasa bagusnya.

Pengembangan teknologinya sendiri mencakup pada produk-produk motor sport mereka seperti Aprilia dan Moto Guzzi. Lalu mereka juga akan terus mengembangkan lini produk skuternya seperti Vespa dan Piaggio sendiri. [Dew/Ari]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar