Perhatikan Hal-hal Ini Sebelum Mengemudi Untuk Mudik

Panduan Pembeli

Perhatikan Hal-hal Ini Sebelum Mengemudi Untuk Mudik

JAKARTA - Semangat pulang kampung alias mudik tentu terasa menggebu di hati para pemudik. Semangat itulah yang terkadang justru membuat para pemudik menjadi tidak berhati-hati dan justru menjadi penyebab kecelaaan. Lantas, bagaimanakah mengemudi yang aman ketika mudik dengan jarak tempuh yang cukup jauh?

Laurentius Iwan Pranoto, Manager Communication & Event PT. Asuransi Astra ternyata memiliki tips-tips aman untuk berkendara jarak jauh “ada beberapa hal utama yang harus diperhatikan ketika mudik dengan kendaraan pribadi. Pertama adalah kondisi kendaraan, kondisi tubuh dan rencanakan perjalanan,” ungkapnya.

Periksa kondisi kendaraan

Perjalanan jarak jauh membutuhkan kondisi kendaraan yang prima. Untuk itulah kendaraan harus diperiksa lebih dahulu “Coba periksa seperti kondisi ban, lampu, rem, suspensi dan sebagainya. Jangan sampai kendaraan rusak ketika di jalan, sebab kita melewati rute yang tidak kita kenal,” ungkapnya.

Rencanakan Perjalanan

Pastikan kita merencanakan perjalanan “Mau lewat rute mana dan jalur alternatif dimana saja. Jadi kita bisa menghindari kemacetan. Untuk itu sebaiknya kita membawa peta atau lebih baiknya lagi bawa GPS. Itu sudah enak perjalanan. Sebab tidak khawatir akan nyasar.” ucapnya.

Kondisi Tubuh

 

“Periksa kondisi tubuh baik itu fisik maupun psikis,” ungkapnya. Ia mengatakan bahwa sebaiknya setiap 2 jam melalukan istirahat “Ini dikarenakan ketika sudah 2 jam kondisi seseorang sudah mulai lelah maka itu perlu melakukan istirahat baik itu hanya untuk sekedar ke toilet ataupun sholat,” ungkapnya.

Ia pun menyarankan untuk memperhatikan tanda-tanda kelelahan “Sering menguap, mata mulai mengantuk, rem dan gas mulai tidak enak dan bahkan sudah tidak sadar perjalanan sudah dimana ‘kok saya sudah sampai sini ya?’. kalau itu sudah terjadi, anda harus istirahat.

Untuk waktu istirahat dia menyarankan minimal 5 menit “Jauh lebih baik kalau anda power nap, jadi tidur yang bener-bener tidur (deep sleep) selama minimal 15 menit. Kalau itu sudah dilakukan maka dia pasti akan kembali segar,” tambahnya.

Selama istirahat ia pun menyarankan untuk melakukan streching “Sebab di mobil kan posisi kita duduk terus. Jadi kita harus kembali meluruskan badan, kaki dan punggung. Bisa dibilang senam kecil. Tujuannya adalah agar kita kembali menghirup udara baru yang lebih bersih.”

Pengemudi Cadangan

Jika ada pengemudi cadangan ia pun menegaskan agar sang pengemudi cadangan tidur “Selain ia bertugas untuk mengingatkan pengemudi pertama istirahat, dia juga harus selalu segar guna sewaktu-waktu harus mengangganti pengemudi. Jadi perjalanan bisa terus dilanjutkan. Namun kebanyakan pengemudi kedua justru ikut terjaga ketika seharusnya dia tidur, ini harus dihindari.”

Jangan Emosi

Untuk mengendalikan emosi, ia harus sadar bahwa perjalanan jauh tentu ada masalah mulai dari macet hingga anak yang rewel “Untuk itulah harus bersabar. Berdoa dulu sebelum berkendara, jadi setidaknya sudah ada yang melindungi.”

“Lebih enak lagi kalau ada asuransi, sebab kalau mobil keserempet, kita akan lebih mudah emosi. Yang ada nanti kita marah dan itu mengemudi malah lebih tidak aman. Kalau ada asuransi lebih aman. Kesempet pun tinggal klaim” tutupnya.

Nah, apakah sudah anda siap mudik?



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support