Penyebab Bikers Arogan di Jalan

Berita Otomotif

Penyebab Bikers Arogan di Jalan

JAKARTA – Aksi arogan di jalan yang dipertontonkan oleh beberapa pengendara motor gede (Moge) belakangan ini mendapat banyak respon negatif masyarakat.

Arogansi di jalan umum tentunya akan merugikan diri sendiri dan orang lain tentunya. Salah satu contohnya seperti biker moge HOG SBC baru-baru ini. Aksi arogan beberapa peserta touring para pengguna moge tersebut berbuah kurungan penjara. Hingga saat ini kasus pengeroyokan prajurit TNI masih berlangsung proses hukumnya dan menjadi perbincangan di khalayak ramai.

Sifat arogan di jalan sebenarnya tidak hanya berpotensi dilakukan pengguna sepedamotor atau biker. Namun arogansi yang merupakan salah satu sifat manusia ini muncul karena ego atau rasa ingin menang sendiri. Oleh karena itu, tindakan arogan bisa dilakukan oleh semua pengguna jalan.

Tindakan tersebut juga hadir bukan saat melakukan konvoy dengan komunitas atau klub. Namun saat sedang berkendara seorang diri atau solo ride. Meskipun tindakan arogan kerap muncul terlebih saat melakukan konvoy kendaraan. Sony Susmana selaku Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) membeberkan beberapa potensi terjadinya arogansi di jalan.

  • Karena adanya Voorijder sehingga orang merasa spesial dan ingin diprioritaskan di jalan
  • Karena beramai-ramai di dalam rombongan sehingga peserta konvoy merasa ada masa pendukung.
  • Karena faktor motornya, baik dari segi jenis, harga, kasta maupun modifikasi sehingga berbeda dengan unit yang lain pada umumnya.

Touring dengan menggunakan Voorijder sendiri sebenarnya diperbolehkan di Indonesia. Namun tetap ada aturannya, karena sudah tertera di UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Aturannya tercantum di pasal 134 dan 135.
Bikers Arogan
Selain seluruh potensi arogansi di atas, menggunakan moge juga dikatakan memiliki potensi meningkatkan adrenalin. Sehingga para penunggangnya kerap merasa paling benar saat berkendara di jalan umum.

“Segala bentuk modifikasi pasti memicu adrenalin. Karena kendaraan yang sudah dimodifikasi mengundang rasa penasaran untuk dicoba. Biasanya adrenalin berkaitan dengan kecepatan dan suara,” ucap Sony kepada Mobil123.com

Moge yang memiliki kapasitas mesin besar tentunya akan menghasilkan tenaga dan suara yang lebih besar. Oleh karena itu, pengendara moge banyak yang terpicu adrenalinnya. Namun berkaitan dengan modifikasi, di jalanan banyak pengguna motor kecil yang melakukan modifikasi mesin dan knalpot sehingga bisa saja meningkatkan adrenalin penggunanya.

Pesan moral dari kejadian yang melibatkan beberapa member HOG SBC dengan dua Prajurit TNI adalah pergunakanlah jalan umum dengan saling toleransi. Sehingga tercipta kedamaian di jalanan. [Dew/Ari]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar