Beli Daihatsu Xenia Tanpa Inden, Bukti Suplay Terkendali

Berita Otomotif

Beli Daihatsu Xenia Tanpa Inden, Bukti Suplay Terkendali

KARAWANG – Daihatsu Xenia telah hadir dengan beragam penyegaran dan berhasil mencapai target penjualan. Konsumen yang ingin meminangnya juga tak perlu menunggu waktu lama untuk mendapatkan unitnya.

Pada awal peluncuran, Daihatsu Xenia ditargetkan dapat terjual sebanyak 3.000 unit per bulannya. Kini setelah 1,5 bulan diluncurkan, LMPV andalan Daihatsu ini sudah terjual nyaris dari 5.000 unit dan tanpa adanya indent berlebihan.

Meski diklaim masih aman dan sesuai pehitungan, namun kondisi ini sebenarnya berbanding terbalik dengan saudara kembarnya yaitu Toyota Avanza. LMPV andalan Toyota ini telah terjual sedikitnya 15.000 unit, tiga kali lipat dari jumlah permintaan Daihatsu Xenia.

Melihat kondisi tersebut, Amelia Tjandra, Marketing Direktur PT Astra Daihatsi Motor mengaku tidak panik. Alasannya sederhana, karena penjualan Daihatsu Xenia masih sesuai target yang ditentukan saat peluncurannya.

“Saya tidak mengurus Toyota Avanza. Kalau di Daihatsu kami berhasil menjual 4.000 sampai 5.000 pemesanan. Sementara suplaynya 3.000 perbulannya dan jumlah tersebut sudah cukup. Suplaynya juga 3.000 unit, sudah oke,” tuturnya.

Dengan suplay yang terkendali, Ia pun mengaku Daihatsu Xenia memiliki keunggulan yaitu pelanggan tidak perlu indent terlalu lama. Berbeda dengan Toyota yang harus mengalami indent selama dua bulan sejak pelanggan melakukan SPK.

Daihatsu Xenia facelift menjadi salah satu LMPV pertama yang diluncurkan di tahun 2019. Mobil yang selama ini menjadi salah satu unggulan Daihatsu telah mengalami beberapa pengubahan khususnya dari sisi ekterior seperti digunakannya headlamp bertumpuk serta kehadiran bumper baru.

Daihatsu juga menambahkan varian mesin 1.500 cc yang diharapkan mampu memberikan lebih banyak pilihan bagi pelanggan dengan kebutuhan mesin lebih besar. Menariknya, harga dari Daihatsu Xenia diklaim tidak naik bila dibandingkan dengan sebelumnya. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar