Fakta Penting Geely Starray EM-i di Indonesia: SUV Plug-in Hybrid Rp499 Juta Produksi Lokal di Purwakarta
Adu Spesifikasi SUV Listrik Rp 250–500 Jutaan: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 vs Geely EX5, Siapa yang Paling Unggul?
Beranda Berita Mobil Listrik Pemilik Mobil Listrik Ditanya Mau Balik ke Mobil Konvensional atau Tidak, Ini Hasilnya Pemilik Mobil Listrik Ditanya Mau Balik ke Mobil Konvensional atau Tidak, Ini Hasilnya Mobil Listrik Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 02 July 2024 10:54 WASHINGTON D.C – Penggunaan mobil listrik masih menimbulkan kesan yang beragam di berbagai belahan dunia. Bahkan, hampir separuh pemilik mobil listrik di Amerika Serikat punya keinginan kuat untuk kembali ke mobil konvensional. Ini merupakan kesimpulan dari ‘Mobility Consumer Pulse 2024’ di berbagai negara. Inisiator dari penelitian itu sendiri ialah lembaga riset dan konsultan bisnis McKinsey. Salah satu hasil yang terbaca, menurut salinan hasil penelitian yang berhasil redaksi dapat, ialah 46 persen pemilik mobil listrik yang disurvei di Amerika Serikat berpikir untuk balik mengendarai mobil bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE). Artikel terkait Peringatan bagi Pemilik Mobil Listrik, Jangan Keseringan Pakai Fast Charging! Mobil Listrik 27 June 2024 Macet dan Banyak Tanjakan, Indonesia Perlu Berapa Tempat Cas Mobil Listrik? Berita Otomotif 27 November 2020 Tol Trans Sumatera Kini juga Punya Tempat Ngecas Mobil Listrik Berita Otomotif 28 January 2021 Hasil survei di ‘Negeri Paman Sam’ bahkan mengejutkan peneliti McKinsey. Dari berbagai negara yang masuk dalam riset, hanya Australia yang menunjukkan persentase lebih tinggi yakni 49 persen. “Saya tidak menyangkanya,” aku Head of McKinsey Center for Future Mobility Philipp Kampshoff, seperti dikutip dari New York Post. “Saya pikir, sekali menjadi pembeli mobil listrik, seterusnya akan menjadi pengguna mobil listrik,” lanjut dia. Daftar negara yang diriset oleh McKinsey, selain Amerika Serikat dan Australia, mencapai 15 negara. Di antaranya ialah Brazil, China, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Norwegia. Secara keseluruhan, ke-15 negara itu berkontribusi 80 persen dari jumlah penjualan mobil listrik di seluruh dunia. Jumlah konsumen yang mengikuti jajak pendapat secara total menyentuh lebih dari 30 ribu orang. Berita bagusnya, rata-rata pembeli mobil listrik yang ingin ‘putar balik’ lagi ke mobil konvensional secara global jauh lebih rendah daripada hasil di Amerika Serikat. Persentasenya ‘hanya’ 29 persen. Secara global, ada tujuh alasan utama yang membuat para konsumen mobil listrik ingin balik lagi mengemudikan mobil konvensional. Tiga faktor utama ialah kurangnya infrastruktur pengecasan publik (35 persen dari responden), total cost of ownership (total biaya kepemilikan) yang terlalu tinggi (34 persen), dan impak yang signifikan terhadap pola berkendara jarak jauh (32 persen). Empat faktor lain yang membuat para pemilik mobil listrik mempertimbangkan kembali ke mobil konvensional ialah tidak bisa mengecas di rumah (24 persen), kekhawatiran yang besar terhadap pengecasan (21 persen), mengubah kebutuhan bermobilitas (16 persen), dan tidak menyukai pengalaman berkendaranya (13 persen). [Xan] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait Mobil Listrik Charging Station SPKLU stasiun pengisian kendaraan listrik umum cas mobil listrik charge mobil listrik Cetak Insan Akbar Reporter Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri. Berita Utama Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ... 833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ... Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ... Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ... Komentar
Pemilik Mobil Listrik Ditanya Mau Balik ke Mobil Konvensional atau Tidak, Ini Hasilnya Mobil Listrik Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 02 July 2024 10:54 WASHINGTON D.C – Penggunaan mobil listrik masih menimbulkan kesan yang beragam di berbagai belahan dunia. Bahkan, hampir separuh pemilik mobil listrik di Amerika Serikat punya keinginan kuat untuk kembali ke mobil konvensional. Ini merupakan kesimpulan dari ‘Mobility Consumer Pulse 2024’ di berbagai negara. Inisiator dari penelitian itu sendiri ialah lembaga riset dan konsultan bisnis McKinsey. Salah satu hasil yang terbaca, menurut salinan hasil penelitian yang berhasil redaksi dapat, ialah 46 persen pemilik mobil listrik yang disurvei di Amerika Serikat berpikir untuk balik mengendarai mobil bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE). Artikel terkait Peringatan bagi Pemilik Mobil Listrik, Jangan Keseringan Pakai Fast Charging! Mobil Listrik 27 June 2024 Macet dan Banyak Tanjakan, Indonesia Perlu Berapa Tempat Cas Mobil Listrik? Berita Otomotif 27 November 2020 Tol Trans Sumatera Kini juga Punya Tempat Ngecas Mobil Listrik Berita Otomotif 28 January 2021 Hasil survei di ‘Negeri Paman Sam’ bahkan mengejutkan peneliti McKinsey. Dari berbagai negara yang masuk dalam riset, hanya Australia yang menunjukkan persentase lebih tinggi yakni 49 persen. “Saya tidak menyangkanya,” aku Head of McKinsey Center for Future Mobility Philipp Kampshoff, seperti dikutip dari New York Post. “Saya pikir, sekali menjadi pembeli mobil listrik, seterusnya akan menjadi pengguna mobil listrik,” lanjut dia. Daftar negara yang diriset oleh McKinsey, selain Amerika Serikat dan Australia, mencapai 15 negara. Di antaranya ialah Brazil, China, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Norwegia. Secara keseluruhan, ke-15 negara itu berkontribusi 80 persen dari jumlah penjualan mobil listrik di seluruh dunia. Jumlah konsumen yang mengikuti jajak pendapat secara total menyentuh lebih dari 30 ribu orang. Berita bagusnya, rata-rata pembeli mobil listrik yang ingin ‘putar balik’ lagi ke mobil konvensional secara global jauh lebih rendah daripada hasil di Amerika Serikat. Persentasenya ‘hanya’ 29 persen. Secara global, ada tujuh alasan utama yang membuat para konsumen mobil listrik ingin balik lagi mengemudikan mobil konvensional. Tiga faktor utama ialah kurangnya infrastruktur pengecasan publik (35 persen dari responden), total cost of ownership (total biaya kepemilikan) yang terlalu tinggi (34 persen), dan impak yang signifikan terhadap pola berkendara jarak jauh (32 persen). Empat faktor lain yang membuat para pemilik mobil listrik mempertimbangkan kembali ke mobil konvensional ialah tidak bisa mengecas di rumah (24 persen), kekhawatiran yang besar terhadap pengecasan (21 persen), mengubah kebutuhan bermobilitas (16 persen), dan tidak menyukai pengalaman berkendaranya (13 persen). [Xan] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait Mobil Listrik Charging Station SPKLU stasiun pengisian kendaraan listrik umum cas mobil listrik charge mobil listrik
Peringatan bagi Pemilik Mobil Listrik, Jangan Keseringan Pakai Fast Charging! Mobil Listrik 27 June 2024
Macet dan Banyak Tanjakan, Indonesia Perlu Berapa Tempat Cas Mobil Listrik? Berita Otomotif 27 November 2020
Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ...
833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ...
Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ...
Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ...