Mitsubishi Outlander PHEV Bisa Jadi Genset Darurat Jika Mati Lampu

Berita Otomotif

Mitsubishi Outlander PHEV Bisa Jadi Genset Darurat Jika Mati Lampu

JAKARTA - Mitsubishi Outlander PHEV tidak hanya ramah lingkungan karena minim emisi gas buang, tapi juga bisa difungsikan sebagai genset darurat jika mati lampu seperti yang terjadi pada Minggu (4/8/2019) kemarin.

Seperti diketahui, Outlander PHEV resmi mengaspal di Tanah Air dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 pada 18 - 28 Juli kemarin di Serpong, Tangerang. Harga on-the-road Jakartanya mencapai Rp 1,289 miliar.

Irwansyah Siregar, Head of PC Technical Service and CS Support Section PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), menjelaskan bahwa kendaraan plug-in hyrid (PHEV) terpopuler dunia ini bisa difungsikan pula sebagai sumber energi listrik dalam kondisi darurat seperti mati lampu atau pascabencana alam. Adapun tegangan dayanya mencapai hingga 1.500 watt.

“Bisa digunakan maksimum sebesar itu. Ada colokan d bagasi belakang, bisa pasang seperti lampu kulkas dan lain sebagainya yang penting rata-rata keluarannya 1.5 kWh,” paparnya dalam konferensi pers di sela-sela pameran.

Cara kerjanya menjadikan Outlander PHEV sebagai genset darurat mudah. Berdasarkan penjelasan Mitsubishi, konsumen tinggal membuat mobil dalam kondisi siaga tanpa perlu menghidupkan mesin kemudian mencolokkan perangkat elektronik ke colokan yang tersedia.

Listrik kemudian akan mengalir ke perangkat-perangkat tersebut. Pada saat kondisi baterai di dalam mobil tinggal 20 persen, mesin secara otomatis akan menyala untuk melakukan pengecasan ke baterai.

“Jadi kalau misalnya baterai dalam kondisi penuh, kemudian bensin juga penuh. Bisa dibayangkan bisa untuk berapa hari itu (berfungsi sebagai genset darurat),” tambah Boediarto, Head of Technical Service and CS Support Department MMKSI.

Berbagai model mobil listrik terkini, baik itu yang berteknologi PHEV maupun mobil listrik murni, memang didesain sebagai genset darurat. Di samping Outlander PHEV, Nissan Leaf pun mempunyai kemampuan sama.

Sayangnya, Outlander PHEV, selain berharga tinggi, juga membutuhkan rumah dengan daya listrik cukup besar untuk mengecas baterainya. Daya yang dibutuhkan untuk tarikan pertama mencapai 3.600 watt.

Di balik kap depannya terdapat mesin bensin 2.4-l DOHC MIVEC berdaya 126 hp dan torsi 199 Nm yang dikombinasikan dengan baterai 13,8 kWh plus motor penggerak di depan dan belakang. Motor penggerak depan berdaya 80 hp dengan torsi 199 Nm, sedangkan yang di belakang bertenaga 93 hp dengan torsi 195 Nm. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar