Mitsubishi: Jalan-Jalan Naik Outlander PHEV Keluar Duitnya Lebih Sedikit

Berita Otomotif

Mitsubishi: Jalan-Jalan Naik Outlander PHEV Keluar Duitnya Lebih Sedikit

TANGERANG - Mitsubishi mengklaim biaya operasional Outlander PHEV jika dibandingkan dengan mobil bermesin konvensional dengan kapasitas sama jauh lebih irit.

Outlander PHEV meluncur dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, 18 - 28 Juli di Serpong, Tangerang. Mobil seharga lebih dari Rp 1 miliar ini menemani dua model baru Mitsubishi lain yakni Eclipse Cross serta Triton facelift.

Boediarto, Head of Technical Service and CS Support Department PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), menjelaskan bahwa pihaknya belum menerima data efisiensi konsumsi BBM untuk generasi terkini. Mereka hanya punya data untuk generasi sebelumnya yang sebenarnya tidak berbeda jauh.

“Tipe sebelumnya sudah pernah kami hitung secara kasar. Bukan soal konsumsi BBM-nya, tapi dari rupiahnya. Dengan jarak tempuh sama, kalau dibandingkan dengan mobil yang berkapasitas mesin sama Outlander PHEV bisa lebih hemat sekitar 40 persen. Outlandet PHEV yang sekarang ini kurang-lebih sama,” paparnya menanggapi pertanyaan Mobil123.com di sela-sela GIIAS 2019.

Sekadar mengingatkan mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) terpopuler sejagad ini memadukan mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) dengan sistem penggerak listrik. di bawah bodinya terdapat mesin bensin 2.4-l DOHC MIVEC berdaya 126 hp dan torsi 199 Nm.

Sebagai kombinasi, dimasukkan baterai listrik 13,8 kWh dengan dua motor penggerak yang masing-masing terletak di depan dan belakang. Motor penggerak depan berdaya 80 hp dengan torsi 199 Nm, sedangkan yang di belakang bertenaga 93 hp dengan torsi 195 Nm.

Mesin di sebagian besar waktu hanya berfungsi sebagai generator yang mengisi daya baterai. Namun, dalam kondisi mobil berakselerasi atau melibas tanjakan, mesin bakal bekerja bersama sistem penggerak listrik untuk memberi tenaga ekstra.

Rp 20 Ribu-an Saja
Irwansyah Siregar, Head of Passanger Car Technical Service and CS Support Section MMKSI, menjelaskan bahwa ongkos pengecasan baterainya sendiri amat murah. Meski demikian, dibutuhkan rumah berdaya lebih dari 3.600 watt untuk melakukan pengecasan.

Gambarannya, jika harga token listrik per kWh saat ini sekitar Rp 1.500, maka biaya pengisian daya baterai hanya kisaran Rp 20 ribu-an saja sampai terisi penuh.

Outlander PHEV bisa dikendarai dengan beberapa mode. Ada mode EV Only yang ‘memaksa’ mobil berjalan hanya dengan sistem penggerak listrik. Baterainya sendiri dapat memasok energi tunggal hingga 55 km.

Ada pula Eco Mode yang membuat pengaturan suplai tenaga, distribusi BBM, dan pengecasan listrik oleh mesin ke baterai lebih efisien. Terakhir adalah mode kombinasi.

“Kalau tidak pakai mode-mode itu, komputer yang akan atur,” ujar Boediarto. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar