Menperin: Jokowi Setuju Insentif Pajak Mobil Baru, Kemenkeu yang Belum

Berita Otomotif

Menperin: Jokowi Setuju Insentif Pajak Mobil Baru, Kemenkeu yang Belum

JAKARTA – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Presiden Joko Widodo secara prinsip sebenarnya sudah menyetujui usulan insentif pajak mobil baru. Namun, Kementerian Keuangan belum meluluskannya karena masih memperhitungkan secara detail.

Sekadar mengingatkan, pada September tahun ini Kementerian Perindustrian dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengumumkan pengajuan insentif berupa pembebasan atau pengurangan pajak mobil baru. Di antaranya ialah Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB).

Dengan insentif tersebut, harga mobil baru bakal bisa diturunkan. Pasar pun diharapkan terpicu untuk membeli mobil di tengah penurunan penjualan luar biasa dalam akibat pandemi virus Corona (Covid-19).


Akan tetapi, Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Oktober mengumumkan penolakan terhadap usulan tersebut. Agus Gumiwang sendiri, dalam konferensi pers akhir tahun, menyatakan sebenarnya Jokowi—sapaan Joko Widodo—sudah memberikan restu dan Kementerian Keuangan sebenarnya masih ‘hitung-hitungan dulu’.

“Pajak ini memang satu hal yang sudah kita usulkan dan saya sudah laporkan ke Bapak Presiden dan secara prinsip beliau setuju. Tapi memang Kementerian Keuangan masih dalam proses hitung-menghitung dan ini wajar saja untuk mereka karena mereka memang bendahara negara yang tentu punya penilaian sendiri, posisi sendiri. Pengelolaan mereka sebagai bendahara negara, kan, harus komprehensif jadi memang kami belum mendapatkan green light (lampu hijau) dari Kementerian Keuangan. Tapi saya kira itu jangan menjadikan kita berkecil hati,” papar dia dalam konferensi pers yang disiarkan via akun YouTube Kementerian Perindustrian pada Senin (28/12/2020).


Menurut Agus, industri otomotif adalah sektor yang sangat penting bagi Indonesia. Ini karena industri otomotif melibatkan rantai suplai berlapis-lapis yang melibatkan sangat banyak pihak.

“(Industri otomotif) melibatkan industri kecil dan menengah (IKM) sangat banyak. Jadi, ini salah satu industri yang betul-betul harus kita proteksi secara serius,” tandas dia.

Agus menjelaskan penjualan mobil pada kuartal ketiga sudah lebih baik daripada kuartal kedua. Performa pasar pada kuartal terakhir pun diproyeksikan masih bertumbuh.

“Ini (industri otomotif) salah satu sektor industri yang akan lebih lama mencapai kondisi normal jika dibandingkan sebelum Covid-19 datang ke Indonesia,” tandasnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar