Mengintip Penjualan Merek-Merek Mobil China di Indonesia pada 2020

Berita Otomotif

Mengintip Penjualan Merek-Merek Mobil China di Indonesia pada 2020

JAKARTA – Seperti kondisi pasar secara umum, volume penjualan merek – merek mobil China di Indonesia turun amat dalam pada 2020. Tetapi, masih ada yang mampu bertahan di daftar 10 besar merek terlaris atau meningkatkan sedikit pangsa pasar. Bersama-sama, mereka juga masih bisa 'mencuri' 2 persen pasar.

Jika menilik data penjualan 2020 dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), jumlah merek mobil asal China yang masuk ke negeri ini dan menjadi anggota asosiasi tersebut sudah bertambah. Akan tetapi, yang sudah mencatatkan transaksi jual – beli masih tiga nama saja yaitu Wuling, DFSK, FAW.

BYD, yang pada 2019 sempat menyuplai armada mobil listrik ke Blue Bird, masih nihil penjualan dalam laporan tahun lalu. Demikian pula satu merek lain yang baru terlihat dalam laporan final Gaikindo untuk tahun lalu yaitu Hongyan.


Wuling, yang sudah aktif di pasar sejak 2017, pada 2020 kemarin meraih penjualan wholesales (distribusi pabrik ke dealer/untuk stok) 6.581 unit atau turun 70,5 persen jika dibandingkan setahun sebelumnya (year on year). Sementara itu, penjualan retail (distribusi dealer ke konsumen) mereka 9.523 unit, drop 54,9 persen.

Adapun total pasar mobil nasional secara wholesales pada tahun lalu jeblok 48,5 persen year on year menjadi 532,027 unit. Ini membuat pangsa pasar Wuling terkoreksi dari 2,2 persen jadi 1,2 persen.

Dari sisi penjualan retail, pasar mobil nasional tahun lalu terjun bebas 44,7 persen year on year menjadi 578,327 unit. Pangsa pasar Wuling dari perspektif ini pun berkurang dari 2 persen menjadi 1,6 persen.

Dengan performa tersebut, Wuling masih berhasil masuk daftar 10 merek mobil terlaris di Indonesia pada 2020. Mereka ada di posisi ke-10 secara wholesales dan ke-9 dari sisi retail.


Kompatriot Wuling yaitu DFSK mencatatkan penjualan wholesales 1.947 unit atau turun 49,5 persen. Pangsa pasar mereka relatif bertahan di kisaran 0,4 persen menurut laporan Gaikindo dan berada di urutan ke-13 merek mobil paling laku.

Penjualan retail DFSK sendiri adalah 2.424 unit, terkoreksi 25,64 persen year on year. Pangsa pasar mereka dari sudut pandang ini akhirnya naik tipis dari 0,3 persen menjadi 0,4 persen dan berada di posisi ke-12.


Lalu, bagaimana dengan FAW? Performa penjualan wholesales maupun retail dari merek mobil komersial ini sama persis yaitu terkoreksi 24,4 persen year on year menjadi 220 unit. Pangsa pasar terkini FAW luar biasa kecil, hanya 0,04 persen dan menduduki urutan ke-26 di data Gaikindo.

Wuling, DFSK, serta FAW secara akumulatif masih mampu ‘mencuri’ sekitar 2 persen dari pasar, tepatnya 1,64 persen secara wholesales dan 2,04 persen retail. Padahal, pasar mobil di Indonesia masih didominasi secara luar biasa oleh merek – merek Jepang. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar