Lebih dari 900 Ribu Mobil Diyakini Laku pada 2022 jika Insentif PPnBM Lanjut

Berita Otomotif

Lebih dari 900 Ribu Mobil Diyakini Laku pada 2022 jika Insentif PPnBM Lanjut

TANGERANG – Kalau insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) bagi mobil baru diperpanjang, pabrikan otomotif yakin penjualan tahun depan melebihi target awal.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan transaksi jual-beli mobil tahun depan mencapai 900 ribu unit.

Adapun target penjualan pada 2021 ini 750 ribu unit, tapi berbagai pabrikan percaya realisasinya bisa mencapai 800-850 ribu unit ketika tutup tahun berkat insentif PPnBM.

Insentif PPnBM sendiri berlaku sejak Maret hingga Desember 2021, bagi mobil-mobil rakitan dalam negeri dengan komponen lokal minimal 60 persen. Ada ‘diskon’ PPnBM 100 persen untuk yang berkapasitas mesin 1.500 cc ke bawah, juga potongan PPnBM 50 persen/25 persen bagi yang 1.501-2.500 cc—tergantung jenis sistem penggerak roda.

Business Innovation, Sales, and Marketing PT. Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy menyebut target 900 ribu unit dari Gaikindo untuk 2022 ditetapkan tanpa memperhitungkan kemungkinan perpanjangan insentif PPnBM mobil baru. Gaikindo, dengan dibantu Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sendiri kini sedang mengajukan perpanjangan tersebut kepada Kementerian Keuangan.

“Hitungan 900 ribu unit itu (dengan skenario) tidak diperpanjang (insentif PPnBM). Kami harap, kalau diperpanjang, bisa lebih lagi,” ucap dia di sela-sela media test drive All New Civic RS belum lama ini di Serpong, Tangerang.

Di sisi lain, seandainya usulan Gaikindo dan Kemenperin tidak dikabulkan, Billy khawatir pasar bisa mengalami syok. Inilah pula mengapa proyeksi Gaikindo tak terlalu jauh di atas volume yang dipercaya tercapai tahun ini (800-850 ribu unit).

Data Gaikindo terbaru menunjukkan penjualan Januari-November 2021 mencapai 761.861 unit secara retail (distribusi dari diler ke konsumen), naik 49,5 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).

Sementara itu, penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke diler/untuk stok) 790.524 unit, melonjak 66,5 persen yoy.

Sebelum pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia pada 2020, Indonesia sudah masuk ke ‘klub penjualan mobil sejuta unit’. Akan tetapi, gara-gara virus itu, tahun lalu penjualan mobil di Nusantara jatuh ke 500 ribu-an unit saja setahun dari sisi wholesales maupun retail. [Xan/Ses]

Temukan mobil baru sesuai kebutuhan Anda di sini



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar