Konsumsi BBM Toyota Kijang Super, Borosnya Tak Kebangetan Asal Terawat

Panduan Pembeli

Konsumsi BBM Toyota Kijang Super, Borosnya Tak Kebangetan Asal Terawat

Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Toyota Kijang Super yang telaten ‘dipelihara’ tak bisa dikatakan amat jelek. Untuk perjalanan luar kota, efisiensinya masih berpotensi meraih di atas 1 liter per 10 km (1:10).

Kijang adalah model kendaraan yang amat legendaris di Indonesia. Bagaimana tidak, mobil ini sudah ada sejak generasi ayah atau bahkan kakek kita.

Sejak menjalani debut nasional pada 1977 silam, Toyota Kijang sudah langsung diproduksi secara lokal di Indonesia.

Pada 2021 ini, lebih dari 44 tahun setelah pertama kali meluncur, multi purpose vehicle (MPV) tersebut tetap bertahan.

Secara total, kendaraan yang kini diproduksi PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) itu telah ‘melahirkan’ enam generasi.

Lantas, di mana posisi Kijang Super di antara generasi-generasi itu?

Kijang Super, Kijang Generasi Ketiga

Sebagai generasi ketiga, Kijang Super bisa dikatakan sebagai generasi pertengahan. Eksistensinya berlangsung selama lebih dari satu dekade.

Peluncurannya, berdasarkan artikel Mobil123.com berjudul ‘Kisah Enam Generasi Toyota Kijang dan Berbagai Julukannya’, terjadi pada 1986 dan baru digantikan oleh generasi keempat pada 1997.

Toyota Kijang Super 1988

Pada generasi ini pula, strategi pemasaran Kijang lebih difokuskan sebagai mobil penumpang untuk keluarga. Soalnya, pada dua generasi pendahulu, Kijang tersohor sebagai sebuah mobil komersial di segmen pikap kecil.

Kijang Super dipasarkan dalam dua opsi sasis. Selain opsi sasis pendek berkode KF40, terdapat pula opsi sasis panjang dengan kode KF50.

Dengan strategi yang sudah bergeser menjadi mobil penumpang, desainnya menjadi lebih halus dan ‘licin’. Ini antara lain berkat teknologi ‘full pressed body’ yang membuat dempul per unit bisa tereduksi antara 2-5 kg.

Pada 1992, Toyota memperkenalkan ‘saudara’ Kijang Super yang diberi nama Kijang Grand Extra. Konsumen bisa langsung membedakannya dari stiker horizontal dengan tulisan ‘Grand Extra’ pada kedua sisi bodi.

Diberikan pula diferensiasi desain pada interior, misalnya pada dasbor. Satu lagi yang cukup penting pada saat itu adalah penyematan fitur AC Double Blower.

Menilik sisi teknis, varian Kijang Grand Extra diberkahi mesin bensin berkapasitas sedikit lebih besar. Jika Toyota Kijang Super menyandang dapur pacu 1.500 cc, Kijang Grand Extra bermodalkan powertrain 1.800 cc.

Efisiensi BBM Toyota Kijang Super

Sudah menjadi pengetahuan umum, semakin tua sebuah mobil, potensinya untuk menjadi lebih boros bahan bakar juga menjadi besar. Ini karena kinerja mesin sudah berkurang karena termakan usia, walaupun komponen-komponennya telah diganti dengan yang baru.

Ini juga terjadi dengan Kijang Super. Meski demikian, konsumsi BBM-nya ternyata tak seburuk dugaan awal.

Toyota Kijang Super 1988

Berdasarkan penelusuran Mobil123.com dari berbagai sumber, sebuah Kijang Super dalam kondisi terawat masih bisa mencatatkan konsumsi BBM antara 1:8, 1:9, bahkan 1:10 untuk rute dalam kota.

Sementara itu, untuk rute tol atau luar kota, rasionya masih berpotensi mencapai 1:12.

Jika dibandingkan dengan kemampuan rata-rata mobil berkapasitas mesin di bawah 2.000 cc saat ini, capaian tersebut memang masih kalah. Namun, untuk sebuah mobil bekas berumur 25-35 tahun seperti Kijang Super, catatan ini cukup impresif.

Jangan lupakan pula bahwa sampai sekarang pun masih bisa ditemukan mobil baru bermesin 1.5 liter turbo yang konsumsi BBM-nya di bawah 1:9 di dalam kota.

Rasio konsumsi BBM Kijang Super yang disebutkan tadi bisa tercapai dengan syarat mesinnya terawat dengan baik. Selain menjalani servis secara teratur, Kijang Super tersebut juga telah mendapatkan suku cadang baru di berbagai sektor dapur pacu.

Misalnya saja karburator, spuyer, silinder, serta packing-nya.

Bakal lebih meyakinkan lagi jika seandainya karburator juga disetel ulang di bengkel kepercayaan Anda.

Jika mesin tidak dirawat, siap-siap saja untuk mengisi bensin secara lebih sering ketika mengemudikan Kijang Super.

Kisaran Harga Toyota Kijang Super Bekas

Kijang Super saat ini dapat menjadi pilihan bagi dua macam orang. Pertama adalah penggila atau kolektor dan yang kedua ialah pencari mobil bekas dengan bujet hanya puluhan juta rupiah.

Pasalnya, rentang harga Kijang Super di pasar mobil bekas sekarang memang luar biasa terjangkau.

Bayangkan saja, Kijang Super termurah di situs jual-beli Mobil123.com, ketika artikel ini dibuat, hanya Rp19 juta. Kendati begitu, dari foto-foto yang dipasang, sepertinya unit tersebut perlu mendapatkan perbaikan di sana-sini sebelum bisa dipakai dengan tenang.

Penampakan interior dari unit yang berlokasi di Kalimantan Timur ini pun perlu banyak dipermak.

Jangan khawatir dulu karena unit yang sepertinya layak pakai juga berbanderol amat murah. Semahal-mahalnya banderol yang berani dipasang oleh penjual adalah Rp88 juta.

Toyota Kijang Super

Unit itu berada di Surabaya, Jawa Timur dan rakitan 1988. Menurut diler penjualnya, unit sudah berjalan sejauh sekitar 200 ribu km dengan pajak tahunan hingga Maret 2022 serta pajak lima tahunan sampai Maret 2026.

Diler mengklaim kondisi unit dalam kondisi baik.

“Jika ingin lebih yakin, unit boleh dicek ke bengkel resmi,” tegas penjual dengan yakinnya.

Kelebihan dan Kekurangan Kijang Super Bekas

Dari pembahasan di atas, terlihat bahwa Kijang Super seken memiliki poin-poin keunggulan maupun kekurangan. Semuanya bisa menjadi bahan pertimbangan Anda yang memang ingin punya mobil dengan anggaran luar biasa terbatas dan sedang melirik model satu ini:

Keunggulan

  • Harga Sangat Bersahabat

Ya, dengan kisaran Rp19 juta sampai dengan Rp88 juta, tentunya Kijang Super dapat menjadi salah satu opsi bagi pencari mobil bekas berharga luar biasa miring.

Satu yang mesti benar-benar diperhatikan sebelum membeli adalah kondisinya.

Agar tak terjebak di unit dengan kondisi buruk, alangkah baiknya kalau Anda membawa teknisi kepercayaan. Bila perlu, teknisi itu berasal dari bengkel resmi.

  • Suku Cadang Masih ‘Bertebaran’ dan Murah

Sebagai model legendaris yang amat populer, suku cadang Kijang bisa ditemukan dan didapatkan dari banyak tempat. Termasuk untuk Kijang Super yang sudah berhenti dijual sejak 1996/1997. Ini tentunya memudahkan jika unit sewaktu-waktu perlu mengalami perbaikan atau penggantian komponen.

Harga komponen-komponennya pun sudah murah.

  • Mesin Bandel dan Bodi Kuat

Kijang Super yang terawat dikenal memiliki mesin bandel yang masih kuat diajak lari agak kencang. Bodinya pun ‘bukan kaleng-kaleng’.

Toyota Kijang Super 1996

Kekurangan

  • Usia

Tak bisa dimungkiri, faktor usia menjadi kelemahan pertama Kijang Super. Anda perlu benar-benar meneliti unit yang sedang dilirik jika tidak mau ‘terperangkap’ bersama unit dengan banyak masalah isu dan memerlukan penggantian komponen di sana-sini.

  • Fitur Keamanan dan Keselamatan Masih Sangat Sedikit

Mobil-mobil era 1980-1990’an di Indonesia masih sangat tidak memperhatikan fitur keselamatan dan keamanan.

Sebuah alarm maling atau (anti-theft alarm) saja, pada masa itu, bisa menjadi fitur yang cukup ‘wah’. Anda paling-paling hanya menemukan sabuk pengaman sebagai fitur keselamatan pada Kijang Super.

Konfigurasi kursi baris ketiga juga masih berhadap-hadapan dan tentunya ini kurang aman bagi mereka yang ‘kurang beruntung’ duduk di kabin paling belakang. [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar