Kembali di Bawah Indomobil, Nissan Mau Bawa Beragam Mobil Canggih & Mobil Listrik

Berita Otomotif

Kembali di Bawah Indomobil, Nissan Mau Bawa Beragam Mobil Canggih & Mobil Listrik

JAKARTA – Bos Indomobil Group sekaligus Nissan Indonesia menyatakan keseriusan mereka menggarap pasar negara ini, meski pabrik Nissan di Purwakarta, Jawa Barat sudah ditutup.

Presiden Direktur PT. Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) Evensius Go menyatakan mayoritas saham perusahaan yang dipimpinnya dimiliki Indomobil Group. Dia pun berasal dari salah satu grup bisnis otomotif besar di Indonesia tersebut.

“Dari IMAS (PT. Indomobil Sukses Internasional—Red), dari board of director, saya langsung masuk ke distributor (Nissan). Ini menunjukkan kami serius banget dengan Nissan dan mau mengembangkan Nissan sejalan dengan strategi Nissan Next di global,” papar dia dalam Diskusi Virtual Forum Wartawan Otomotif Indonesia dengan Nissan pada Rabu (6/10/2021).

Sebagai informasi, Indomobil Group sempat melepas saham mereka di joint venture PT. Nissan Motor Indonesia (NMI) pada 2018, sehingga bisnis Nissan di negeri ini ditangani sepenuhnya oleh prinsipal. Namun, pada Agustus 2020, keduanya sepakat membentuk NMDI, dengan kepemilikan saham Nissan Motor Corporation hanya 25 persen dan sebagian besar sisanya dikuasai Indomobil Group.

mobil-mobil Nissan

Ketika jenama asal Jepang ini masih ditangani NMI, pabrik perakitan Nissan di Purwakarta resmi ditutup pada semester satu 2020. Ini dilakukan karena perubahan strategi besar-besaran secara global.

Sekarang, basis produksi satu-satunya Nissan untuk kawasan Asia Tenggara ada di Thailand.

Di bawah NMDI, Nissan telah merilis tiga model baru dalam satu tahun belakangan. Dua di antaranya, mobil terelektrifikasi yakni Nissan Kicks e-Power (meluncur September 2020) dan mobil listrik murni Nissan Leaf (Agustus 2021).

Satu lainnya, ialah SUV murah lima penumpang, Nissan Magnite (Desember 2020). Mobil impor utuh dari India ini sudah punya beragam fitur canggih antara lain, Head Unit 8 Inchi dengan Android Auto dan Apple CarPlay, Tire Pressure Monitoring System (TPMS), 360 Degree Camera, hingga Cruise Control.

“Kami arahnya lebih banyak ke teknologi. Dari tahun lalu kami sudah perkenalkan Kicks e-Power, Magnite, dan Leaf…. Jadi kami ke depannya mau yang arah teknologi dan mobil terelektrifikasi,” tegas Evensius.

mobil listrik Nissan Leaf

Pemerintah Indonesia sendiri mulai 16 Oktober 2021 akan memberikan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) bagi mobil mild hybrid, hybrid, plug-in hybrid (PHEV), mobil listrik murni, sampai mobil hidrogen. Akan tetapi, ada keharusan untuk melakukan perakitan lokal bagi model-model yang mendapatkan insentif dalam jangka waktu tertentu.

Apakah mobil-mobil listrik Nissan di Indonesia akan dirakit lokal di pabrik milik Indomobil Group? Mari kita nantikan pergerakan mereka selanjutnya. [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar