Kaleidoskop 2021: Selamat Datang di Nusantara, Era Mobil Listrik!

Berita Otomotif

Kaleidoskop 2021: Selamat Datang di Nusantara, Era Mobil Listrik!

JAKARTA - Era mobil listrik di Indonesia dimulai, memasuki penghujung 2021. Aturan yang mempengaruhi harga mobil-mobil berteknologi elektrifikasi akhirnya berlaku.

Regulasi terkait tarif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) itu, menurut catatan pemberitaan Mobil123.com, diterapkan per 16 Oktober. Dasar hukumnya pertama kali dibuat dua tahun lalu yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019, kemudian direvisi tahun ini melalui PP Nomor 74 Tahun 2021.

Mobil-mobil mild hybrid mendapatkan PPnBM antara 8-12 persen, diikuti oleh hybrid dengan tarif 6-8 persen. Mobil-mobil plug-in hybrid (PHEV) menikmati PPnBM 5 persen, sementara seluruh mobil listrik murni dibebaskan dari PPnBM.

PPnBM 0 persen juga dinikmati oleh mobil-mobil bertenaga hidrogen (fuel cell).

Mobil-mobil konvensional yang tarifnya bisa ‘menandingi’ hanya yang berada dalam segmen low cost green car (LCGC). Segmen yang dibentuk oleh pemerintah pada 2013 itu cuma dibebankan PPnBM 3 persen, setelah pada aturan terdahulu menikmati pembebasan penuh.

Model-model kendaraan penumpang roda empat berbahan bakar bensin atau diesel di luar LCGC dibebankan PPnBM minimal 15 persen.

Pemerintah tidak memberikan ‘hadiah’ secara cuma-cuma. Ada syarat produksi lokal dalam jangka waktu tertentu bagi model-model yang mendapatkan stimulus PPnBM.

Dengan demikian, diharapkan tidak hanya pasar mobil listrik saja yang terbentuk di Indonesia, melainkan juga industrinya. Presiden Joko Widodo dan kabinetnya sudah menargetkan pada 2025 Indonesia memproduksi 400 ribu unit mobil listrik pada 2025.

Volumenya diekspektasikan terus bertambah menjadi 600 ribu unit pada 2030 dan akhirnya menjadi 1 juta unit pada 2035.

Untuk mendukung ambisi tersebut, segala penanaman modal untuk membangun pabrik mobil listrik hingga komponennya diganjar pula dengan insentif. Sebut saja, misalnya, mini tax holiday, tax holiday, sampai super tax deduction.

Berbagai korporasi otomotif dunia menyambut positif. Nama-nama besar yang sudah memiliki komitmen investasi terkait itu antara lain adalah Toyota-Daihatsu, Mitsubishi, Honda, Suzuki, Wuling, serta Hyundai.

Beragam ‘pemain besar’ di sektor perakitan baterai kendaraan listrik juga siap membangun fasilitas produksi di Tanah Air. Selain karena insentif, mereka melakukannya karena Indonesia adalah negara dengan cadangan nikel--bahan baku baterai--terbanyak sejagat.

Selain CATL asal China, ada pula LG Chemicals asal Korea Selatan. Nama-nama dalam daftar masih berpotensi bertambah pada masa mendatang. [Xan/Dms]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil bekas berkualitas <<<<<



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar