Honda: DP Rendah Paling Favorit di Masyarakat

Berita Otomotif

Honda: DP Rendah Paling Favorit di Masyarakat

JAKARTA – PT Honda Prospect Motor (HPM), mengatakan metode pembayaran kredit dengan uang muka atau DP (Down Payment) rendah memiliki banyak penggemarnya di Indonesia.

Penjualan kendaraan bermotor khususnya mobil baru saat ini masih menghadapi tantangan yang cukup berat. Selain masih masa pandemi yang belum diketahui kapan berakhirnya, konsumen sendiri diresahkan dengan adanya aturan mengenai relaksasi pajak dari Pemerintah.

Untuk merangsang pembelian, dealer bekerja sama dengan berbagai perusahaan pembiayaan atau leasing dengan menghadirkan program-program khusus. Salah satunya adalah dengan memberikan down payment rendah yang terbukti bisa merangsang pembelian.

“HPM tidak mengatur program leasingnya seperti apa, hubungannya langsung dengan distributor kami. Jadi dari dealer-dealer kami, yang langsung berhubungan. Tapi sampai sekarang down payment rendah itu yang paling favorit,” ucap Yusak Billy, Business Inovation and Sales Marketing HPM pada sesi tanya jawab di peluncuran Brio RS Urbanite, new CR-V dan new Odyssey, Kamis (19/02/21).

Pembayaran secara kredit dengan DP atau cicilan rendah dikatakan masih menjadi favorit masyrakat. Namun belakangan ini, beberapa APM (Agen Pemegang Merek) kembali menggiatkan model kredit balloon payment. Metode pembayaran ini memudahkan konsumen dalam memiliki kendaraan dengan down payment dan cicilan rendah. Lalu di kemudian hari bisa dilakukan pelunasan kendaraan atau ditukar dengan unit baru.
Honda Down Payment Rendah
Metode ini sempat ramai ditawarkan oleh leasing namun tidak banyak yang berhasil. Salah satunya dialami oleh HPM yang juga merasakan program pembelian kendaraan jenis tersebut di atas tidak terlalu sukses. Meskipun tidak terlalu sukses, dikatakan manufaktur mobil berlambang H tersebut terus mengkaji kemungkinan-kemungkinan untuk mencoba kembali metode balloon payment.

“Dulu pernah dilakukan balloon payment kurang sukses setelah kami pelajari. Tapi tidak menutup kemungkinan trennya ke depan akan berubah. Kami terus mempelajari itu bersama dealer sembari diskusi dengan pihak-pihak terkait,” jelasnya kemudian.

Balloon payment sekilas menguntungkan bagi konsumen, namun di balik itu juga memberatkan. Hal ini karena metode pembayarannya ringan di depan dan memberatkan di belakang karena konsumen harus melunasi sisa pelunasan sebesar 50 persen.

Selain pelunasan, konsumen bisa memilih untuk menukar kendaraan yang lebih baru. Namun kembali lagi menyicil dengan metode serupa. Intinya metode ini mungkin hanya cocok untuk pengusaha atau konsumen yang memiliki dana lebih. [Dew/Ari]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar