GPS Lemot, Pengemudi Buang Waktu 29 Jam Per Tahun

Berita Otomotif

GPS Lemot, Pengemudi Buang Waktu 29 Jam Per Tahun

BERLIN - Belakangan ini masyarakat khususnya pengemudi taksi dan ojek online mengandalkan GPS untuk menuju tujuan mereka. Namun sayang, teknologi tersebut sebenarnya masih jauh dari sempurna.

Dari hasil penelitian yang dilakukan MyTaxi, sebuah perusahaan taksi online di Jerman menyebutkan bahhwa pengemudi menghabiskan waktu hampir 29 jam setiap tahunnya karena arahan GPS tidak akurat. Tidak sedikit kejadian yang menyebabkan sebuah mobil terpaksa harus mundur kembali karena GPS menunjukkan rute dengan jalan sempit.

Beberapa masalah kecil juga sering muncul. 41 persen dari reponden yang disurvei mengaku bahwa mereka mengalami kesulitan dengan perintah suara karena logat berbeda. 31 persen di antaranya pun mengaku terganggu dan menjadi sering berteriak pada GPS mereka.

“Tidak mengherankan jika mendengar para pengemudi frustasi dengan sistem navigasi. Banyak peta yang tidak diperbarui dan tidak menggunakan data lalu lintas langsung,” ungkap Waze UK Country Manager, Finlay Clark.

Meski banyak keluhan, namun pada kenyataannya sistem navigasi khususnya yang ada pada smartphone masih menjadi andalan pengemudi di beberapa kota khususnya di Jakarta. Dengan mengandalkan ini perjalanan memang menjadi lebih mudah namun tidak ada salahnya untuk tetap menggunakan rute yang paling diketahui.

Tak hanya itu, navigasi juga memiliki kelemahan terhadap jalan-jalan alternative karena pada umumnya sistem navigasi hanya menunjukkan jalan-jalan utama. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk tetap menghapal jalur-jalur alternative untuk menghindari kemacetan di jalur utama.

Bertanya kepada orang untuk menuju suatu lokasi memang terbilang cara yang kuno. Meski demikian, cara ini terbilang cukup efektif karena biasanya orang yang ditanya menjawabnya dengan tepat lokasi tujuan kita. [Adi/Ari]

Temukan mobil idaman di Mobil123        
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter

 

 



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support