Ford ‘Pasang Mata’ ke Karyawan yang Kinerjanya Jelek, PHK Besar-besaran?

Berita Otomotif

Ford ‘Pasang Mata’ ke Karyawan yang Kinerjanya Jelek, PHK Besar-besaran?

MICHIGAN – Ford dilaporkan sedang mengincar para karyawan dengan tren performa buruk. Mereka sendiri berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan orang hingga 2026.

Ford, berdasarkan surel internal yang berhasil didapat Wall Street Journal, memberikan dua opsi kepada para karyawan yang memperlihatkan pola penurunan kinerja selama kurun waktu tertentu.

Mereka bisa memilih antara paket kesepakatan PHK atau mengikuti Performance Improvement Programme (PIP/Program Peningkatan Performa).

Tidak dijelaskan, berapa kompensasi yang ditawarkan pabrikan otomotif asal Amerika Serikat itu. Namun, dapat dipastikan kalau PIP dari Ford akan berlangsung selama empat hingga enam pekan.

Pilihan kedua membuka kemungkinan untuk ‘menyelamatkan’ para karyawan tersebut. Kendati begitu, seandainya gagal dalam program, sang pekerja tetap akan diberikan penawaran PHK.

Wall Street Journal tidak mengabarkan jumlah karyawan yang sedang dipantau oleh Ford. Hanya saja, korporasi yang bermarkas di Dearborn, Michigan itu diketahui memang berancang-ancang memberhentikan 3.000 posisi sampai dengan 2026.

Kebijakan dalam surel Ford kabarnya berlaku efektif mulai 1 Oktober 2022 kemarin. Ini merupakan cara mereka menyederhanakan ‘masa depan’ bagi para karyawan yang terus-menerus menunjukkan kinerja buruk.

Ford juga ingin lebih fokus memotong biaya sekaligus memaksimalkan profit.

Pekan lalu, jenama tersebut merilis laporan keuangan kuartal ketiga mereka. Di dalamnya, disebutkan bahwa keuntungan dari komersialisasi skala besar terhadap Advanced Driver Assistance System (ADAS) Level 4 di industri akan didapat lebih lama dari rencana awal.

Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk setop berinvestasi di Argo AI dan berkonsentrasi mengembangkan teknologi ADAS Level 2 serta Level 3 secara internal. Volkswagen, yang awalnya juga menanamkan modal di Argo AI, pun mengambil langkah yang sama.

Ford juga mengungkapkan adanya harga komoditas yang lebih tinggi plus tekanan inflasi. Alhasil, pembayaran kepada para pemasok yang mesti mereka tunaikan menjadi lebih besar daripada proyeksi awal.

Banyak ekonom yang memperkirakan tahun depan dunia akan dilanda resesi. Meski begitu, berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, Indonesia diproyeksikan sebagai salah satu negara yang bisa selamat darinya. [Xan/Ses]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar