Ford Berhenti Jual Kendaraan Penumpang di Rusia

Berita Otomotif

Ford Berhenti Jual Kendaraan Penumpang di Rusia

MOSKOW - Ford bakal menyetop penjualan kendaraan penumpang mereka di Rusia dalam waktu dekat dan hanya akan fokus memasarkan kendaraan komersial.

Pabrikan otomotif asal Amerika Serikat ini dikabarkan telah memutuskan hal tersebut demi meningkatkan profitabilitas. Pasalnya, bisnis kendaraan niaga menunjukkan perkembangan di saat transaksi jual-beli mobil penumpang Ford terus menurun.

Kendaraan kargo Ford Transit 2.0 ton hingga saat ini bahkan menjadi merek kendaraan komersial non-domestik terlaris dengan pangsa pasar 15 persen di segmennya. Performa negatif dari kendaraan penumpang Ford sendiri disebabkan oleh dua faktor yaitu penurunan pasar Rusia beberapa tahun belakangan ditambah pergeseran ke segmen mobil berbanderol lebih terjangkau.

Retrukturisasi bisnis Ford rencananya selesai difinalisasi dalam beberapa bulan ke depan. Ford akan memberhentikan produksi seluruh model kendaraan penumpang mereka di ‘Negeri Beruang Merah’ pada akhir Juni.

Pada bulan itu, dua fasilitas perakitan kendaraan di Naberezhnye Chelny dan St. Petersburg resmi ditutup. Demikian pula dengan satu pabrik mesin di Elabuga.

Pabrikan otomotif terbesar kedua di AS itu mengatakan pemberhentian operasi pabrik akan menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah signifikan. Tidak dijelaskan berapa tepatnya buruh yang akan dirumahkan.

Sebagai informasi, Ford memproduksi Fiesta dan Ecosport di Naberezhnye sedangkan dua model lain yakni Focus maupun Modeo dirakit di St. Petersburg. Kapasitas produksi total dari kedua pabrik itu mencapai 360 ribu unit per tahun.

Joint venture (perusahaan patungan) Ford Sollers juga mengalami perubahan kepemilikan saham. Partner Ford dari Rusia, Sollers PJSC, bakal menguasai 51 persen saham perusahaan.

“Ini merepresentasikan langkah penting menuju target Ford mencapai peningkatan profitabilitas dan bisnis yang lebih kompetitif untuk para pemegang saham kami. Struktur anyar Ford Sollers mendukung strategi global baru Ford untuk mengekspansi kepemimpinan kami di kendaraan komersial serta mengembangkan bisnis di Eropa khususnya di segmen yang menjanjikan pengembalian modal lebih baik tersebut,” papar Steven Armstrong, Ford of Europe President.

Perusahaan otomotif yang didirikan oleh Henry Ford pada 1903 ini juga melakukan restrukturisasi serupa di Amerika Selatan serta Eropa. Dengan langkah tersebut, mereka ingin mengembalikan lagi profitabilitas di pasar-pasar yang menunjukkan performa negatif. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support