DFSK Hanya Jual Mobil Listrik di Indonesia 3-5 Tahun Lagi

Berita Otomotif

DFSK Hanya Jual Mobil Listrik di Indonesia 3-5 Tahun Lagi

JAKARTA – DFSK tak ingin lama-lama menjual mobil konvensional di pasar Indonesia. Mereka akan 100 persen beralih ke mobil listrik sebelum 2030.

Merek mobil asal China itu berpotensi menjadi pabrikan otomotif pertama di pasar Indonesia yang meninggalkan mobil bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE). Paling lambat lima tahun dari sekarang, mereka hanya meluncurkan serta menjual mobil listrik.

Bahkan, DFSK tak ingin bertransisi dulu ke mobil hybrid seperti Toyota maupun Honda. Mereka ingin langsung ‘loncat’ ke mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV).

“Kami berbeda dengan teman-teman senior di Astra dan yang lainnya. Kami, ke depannya, dalam tiga sampai lima tahun ke depan, enggak akan meluncurkan ICE lagi tapi BEV 100 persen,” kata Sales and Marketing Director PT. Sokonindo Automobile Rifin Tanuwijaya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada 9 November di Senayan, Jakarta.

pabrik DFSK Cikande, Serang, Banten

DFSK sendiri tergolong ‘pemain’ baru di pasar otomotif Indonesia. Mereka meresmikan pabrik di Cikande, Serang, Banten pada akhir 2017 dan baru mulai berjualan pada 2018.

Kapasitas produksi terpasang pabrik mencapai 50 ribu unit per tahun.

“Pabrik kami memiliki luas 20 hektare,” ucap Rifin.

Hampir seluruh model yang dijual di Indonesia sudah dirakit secara lokal (Completely Knocked Down/CKD). Ada DFSK Glory 560, DFSK Glory i-Auto, DFSK Super Cab, dan DFSK Gelora yang merupakan mobil konvensional.

mobil listrik DFSK Gelora E

Hanya DFSK Gelora E yang hingga detik ini masih diimpor utuh dari China. Kendaraan tersebut ialah mobil niaga bertenaga listrik pertama di Indonesia.

“Walaupun baru empat tahun (hadir di pasar Indonesia—Red), kami telah mengekspor ke belasan negara dari Indonesia,” tegas Rifin.

Ia mengatakan bahwa Gelora E akan diproduksi secara lokal mulai Januari 2023. Harganya pun bakal turun kurang-lebih Rp200 juta.

Lalu, pada semester kedua tahun depan, mobil listrik mungil DFSK Mini EV juga dijadwalkan meluncur dan langsung dirakit lokal. Target harga termurahnya kurang dari Rp220 juta. [Xan/Ses]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar