DFSK Gelora E Dirakit di Indonesia Awal 2023, Harga bakal Turun Banyak!

Berita Otomotif

DFSK Gelora E Dirakit di Indonesia Awal 2023, Harga bakal Turun Banyak!

JAKARTA – Mobil listrik DFSK Gelora E tak seberapa lama lagi akan menjadi mobil rakitan Indonesia. Perubahan tersebut juga bakal memengaruhi harga jualnya.

Sales and Marketing Director PT. Sokonindo Automobile Rifin Tanuwijaya membeberkan status Gelora E sebagai mobil impor utuh (Completely Built Up/CBU) dari China hanya sementara. Tak lama setelah berganti tahun, mereka berencana merakitnya di pabrik Cikande, Serang, Banten.

“Kami sudah melakukan perencanaan perakitan (Gelora E) pada Januari 2023,” ucap Rifin dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Senayan, Jakarta pada 9 November 2022 lalu yang disiarkan pula via YouTube.

mobil listrik DFSK Gelora E

Sekadar mengingatkan, Gelora E merupakan mobil listrik di segmen niaga pertama di Indonesia yang meluncur pada April 2021. Adapun harga on the road (OTR) Jakartanya saat ini, menurut Rifin, Rp450 juta untuk tipe blind van serta Rp570 juta untuk tipe minibus.

“Kendalanya adalah pajak impor dari China sebesar 40 persen. Ini kenapa harga Gelora E mahal,” jelas Rifin.

Dengan merakitnya secara lokal, lanjutnya, harga pasar alias market price Gelora E pun bisa ditekan. Bahkan, penurunan banderolnya digadang-gadang bisa mencapai ratusan juta rupiah.

“Harganya akan turun kurang-lebih Rp200 juta-an. Jadi, untuk blind van menjadi Rp350 juta dan untuk minibus Rp399 juta,” terang Rifin.

mobil listrik DFSK Gelora E

Dia menjelaskan salah satu pemicu rencana perakitan lokal Gelora E ialah terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022.

Sebagai informasi, regulasi yang ditetapkan serta diberlakukan mulai 13 September 2022 tersebut mengamanatkan penggunaan mobil listrik atau pun sepeda motor listrik untuk kendaraan dinas instansi pemerintah pusat plus daerah.

Pasar ini diincar oleh Gelora E sejak awal, selain juga sektor swasta.

“Beberapa perusahaan besar yang peduli terhadap lingkungan seperti DHL dan lain-lain sudah memakainya di Indonesia,” klaim Rifin.

Gelora bermesin konvensional buatan Cikande yang telah meluncur lebih dulu bahkan telah menjadi salah satu model yang diekspor oleh DFSK.

“Walaupun baru empat tahun (hadir di pasar Indonesia—Red), kami telah mengekspor ke belasan negara dari Indonesia. Pabrik kami memiliki luas 20 hektare. Kapasitas produksi setahunnya 50 ribu unit,” tutup Rifin. [Xan/Ses]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<



Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang