BYD Yakin Kehadiran Mereka akan Berdampak Besar ke Pasar Mobil Listrik Indonesia

Mobil Listrik

BYD Yakin Kehadiran Mereka akan Berdampak Besar ke Pasar Mobil Listrik Indonesia

JAKARTA – BYD mengatakan kehadiran mereka biasanya membuat penjualan mobil listrik di suatu negara naik dengan pesat. Ini juga diekspektasikan terjadi di Indonesia.

BYD menggelar peluncuran merek di Indonesia pada Kamis (18/1/2024) kemarin. Pada waktu bersamaan, tiga model mobil listrik langsung mereka luncurkan yaitu BYD Dolphin, BYD Atto 3, dan BYD Seal.

President Director PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan biasanya merek asal China ini selalu membawa efek yang besar ke perkembangan pasar mobil listrik sebuah negara.

“Berdasarkan pengalaman kami di negara-negara sebelumnya, setelah BYD memperkenalkan produk-produk berteknologi canggih serta solusi berkelanjutan yang dapat dipercaya, segmen mobil listrik mengalami pertumbuhan dengan cepat dalam hal pangsa pasar. Kami juga berharap ini juga terjadi di Indonesia,” tegas dia ketika diwawancarai setelah seremoni di Jakarta.

mobil listrik BYD Dolphin

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV) pada 2023 mencapai 17.051 unit secara wholesales atau naik 65,11 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Meski begitu, kontribusi segmen mobil listrik murni di pasar mobil Indonesia secara keseluruhan baru 1,7 persen. Eagle yakin angka itu berpotensi menembus 2 persen atau lebih, dengan kehadiran BYD.

“Kami butuh waktu untuk mengomunikasikan teknologi BYD dan membuat orang-orang Indonesia memahami produk-produk BYD,” lontarnya.

“Kami ingin membuat mereka benar-benar menyadari kehadiran BYD, menyadari tentang mobil listrik. Kami percaya setelah itu penjualan mobil listrik secara total dan secara pangsa pasar akan meningkat secara otomatis. Saya percaya seharusnya akan bisa lebih dari 2 persen,” papar dia lagi.

mobil listrik BYD Atto 3

General Manager BYD Asia-Pacific Autosales Division Liu Xueliang berekspektasi BYD akan tumbuh dengan luar biasa di Indonesia. BYD, lanjut dia, ingin menjadi salah satu merek benchmark (tolok ukur standar) di pasar mobil listrik Tanah Air.

“Kami pelajari saat ini pasar mobil listrik masih kecil (di Indonesia). Ini belum tentu karena kebutuhan dan permintaan dari pasar yang kecil. Salah satu alasannya kami pelajari adalah mobil listrik untuk masyarakat masih sedikit,” tutur Liu.

Diberitakan sebelumnya, BYD telah menyiapkan investasi setara Rp20 triliun untuk membangun pabrik mobil listrik berkapasitas 150 ribu unit di Indonesia yang dibangun mulai 2024. BYD juga menargetkan penyebaran 50 diler sampai akhir 2024. [Xan]



Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang