Biru Berpeluang Kalahkan Dominasi Putih dan Hitam untuk Warna Mobil

Berita Otomotif

Biru Berpeluang Kalahkan Dominasi Putih dan Hitam untuk Warna Mobil

JAKARTA - Biru berpeluang kalahkan dominasi putih, hitam dan abu-abu untuk warna mobil di masa depan. Simak alasannya berikut ini.

Seperti kita ketahui bersama, di dunia termasuk Indonesia, putih, hitam, abu-abu dan termasuk silver mendominasi warna mobil. Sebagian car enthusiast menyebut bahwa warna-warna ini lebih abadi dan dianggap netral alias cocok untuk beragam hal, namun ada juga yang menyebut membosankan.

Menurut data yang dilansir perusahaan cat BASF pada 2019, putih, hitam, abu-abu dan termasuk silver memang sanagt mendominasi. Komposisinya mencapai putih 39 persen, hitam 16 persen dan abu-abu 13 persen. Sayang warna silver tidak disebutkan presentasenya secara spesifik.

CNBC mencoba merangkum faktor dan penyebab dari superioritas warna-warna ini pada kendaraan khususnya mobil. Dalam video di bawah bisa Anda simak alasan-alasan apa saja yang mendasari dominasi ini.

Selain cocok untuk beragam hal, putih, hitam, abu-abu dan termasuk silver disebut juga sebagai warna yang tidak ketinggalan jaman. Tentu ini dipercaya akan berpengaruh di masa depan terutama dalam hal nilai jual kembali.

Alasan-alasan ini menjadi kunci mengapa dari masa ke masa para pemilik mobil jarang ada yang berani melakukan pemilihan warna. Apalagi bayang-bayang di masa depan akan sulit untuk menjual mobil dengan warna out of the box, kalaupun laku terjual harganya bakal jatuh.

Dengan dasar ini pula yang membuat pabrikan tidak terlalu berambisi untuk berekplorasi atau bermain lewat warna-warna lain. Ada memang sebagian yang menampilkan hero collor dari produk barunya dengan warna berani, namun sepertinya jumlahnya tidak banyak.

Apalagi delear-dealer yang memasarkan mobil-mobil tersebut sudah pasti hanya akan memilih dan memperbanyak stok untuk warna-warna favorit seperti putih, hitam dan abu-abu termasuk silver. Dealer tentunya tidak ingin memiliki death stock alias barang yang sulit untuk laku dijual karena urusan warna.

Meski pilihannya sedikit dan disebut membosankan, pabrikan mobil dan juga produsen cat terus melakukan inovasi beragam aspek soal pewarnaan. Riset-riset untuk melakukan pengembangan teknologi paling mutakhir soal kualitas cat tak berhenti dilakukan terutama yang terkait faktor efisiensi dan dampak lingkungan. Karena kita ketahui bersama, bahan-bahan kimia cat punya risiko tinggi yang terkait soal pencemaran. 

Yang juga menarik untuk disimak, di masa depan, warna biru berpeluang menembus dominasi putih, hitam dan abu-abu. Pada data BASF, biru meraih prosentasi yang cukup besar yakni 9 persen. 

Salah satu faktor atau alasan biru cukup populer adalah seiring dengan mulai bermunculannya mobil listrik. Sepertinya banyak konsumen yang mengasosiasikan biru identik sebagai warna mobil listrik.Hal ini terkait karena saat pertama kali kemunculan mobil listrik, biru sering menjadi pilihan pertama atau utama beberapa pabrikan. 

Jadi asumsinya, makin besar populasi mobil listrik, makin banyak pula konsumen yang memilih warna biru. Apakah akan terjadi di masa mendatang? Hanya waktu yang bisa menjawab. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar