Umur 43 Tahun, Toyota Hardtop Bekas Ini Lebih Mahal dari Calya & Avanza

Mobil Bekas

Umur 43 Tahun, Toyota Hardtop Bekas Ini Lebih Mahal dari Calya & Avanza

SURABAYA – Toyota FJ40 Land Cruiser Hardtop memang mobil berusia sangat tua. Akan tetapi, harga jualnya di pasar mobil bekas masih ada yang setara mobil baru.

Tak percaya? Lihat saja Toyota Hardtop bekas rakitan 1978 yang diiklankan di Mobil123.com sejak awal Agustus ini. Unit dijual oleh nondiler dengan banderol yang bisa membuat ‘kaum mendang-mending’ sewot.

Bagaimana tidak, sang penjual, yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur, memasang harga Rp200 juta.

“Nego tipis,” terang dia.

Toyota FJ40 Land Cruiser Hardtop Bekas 1978

Sebagai gambaran, harga tersebut lebih mahal dari unit baru Toyota Calya. Model berkapasitas tujuh penumpang yang menempati segmen low cost green car (LCGC) ini, menurut situs resmi Toyota pada Agustus 2021, berkisar antara Rp146,19 juta sampai Rp167,49 juta on the road (OTR) Jakarta.

Banderol Toyota Hardtop berusia 43 tahun tersebut juga lebih tinggi daripada sebagian varian Toyota Avanza saat ini. Multi purpose vehicle (MPV) tersebut, pada masa diskon PPnBM 100 persen, berharga mulai Rp187,6 juta sampai Rp235,3 juta.

Kondisi Mobil

Toyota Hardtop bekas 1978 dalam pembahasan, seperti diklaim penjual di kolom keterangan, berada dalam kondisi yang terawat.

Luar biasanya, jarak pemakaian unit selama lebih dari empat dekade juga diklaim hanya kisaran 25 ribu km.

Mobil digadang-gadang masih orisinal. Koplingnya empuk dengan transmisi tiga percepatan serta mesin bensin 4.230 cc.

Di kabin, tersedia AC dalam keadaan dingin, sabuk pengaman di sisi kiri-kanan baris pertama dan tambahan layar LCD.

“Speaker mantap. Tax on (pajak hidup—Red),” lanjut penjual lagi.

interior Toyota FJ40 Land Cruiser Hardtop

Toyota Hardtop adalah salah satu mobil lawas ikonik dari pabrikan otomotif asal Jepang. Masa hidup FJ40 berlangsung sejak 1960-1984.

Masuknya kakek moyang dari Land Cruiser modern itu juga terjadi pada 1960-an.

Para petinggi Indonesia ketika itu banyak yang terkesima dengan mobil yang dipakai oleh para tentara Jepang tersebut.

Pemerintah pun memasukkannya ke Indonesia untuk digunakan sebagai mobil pasukan khusus pengawal presiden yang pada era itu dikenal sebagai pasukan Tjakrabirawa.

Sebutan ‘hardtop’ diambil dari atapnya yang keras, meskipun sebenarnya ada juga varian softtop (atap lembut/kain).

Pada 1970-an, SUV tangguh ini sempat diproduksi secara lokal selama kurang-lebih satu dekade. [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar