Banyak yang Belum Punya Mobil, LCGC Masih Penting Meski Nanti Dipajaki

Berita Otomotif

Banyak yang Belum Punya Mobil, LCGC Masih Penting Meski Nanti Dipajaki

JAKARTA - Model-model Low Cost Green Car (LCGC) terus berkurang dan tahun depan pun segmen ini berpotensi mulai dikenakan pajak. Namun, eksistensi Toyota Calya, Honda Brio Satya dan kawan-kawan masih dianggap penting.

Beberapa tahun terakhir, pemain-pemain LCGC terus berkurang. Setelah Datsun Go dan Go+ Panca undur diri, pada 2021 giliran Suzuki Karimun Wagon R yang pamit.

Alhasil, merek-merek dalam segmen yang dibentuk pemerintah sejak 2013 ini sendiri tinggal Toyota, Daihatsu, Honda. Adapun model-modelnya ialah Toyota Agya, Toyota Calya, Daihatsu Ayla, Daihatsu Sigra, serta Honda Brio Satya.

LCGC Toyota Calya

Diberi pemerintah keistimewaan berupa Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) 0 persen sejak 2013 hingga kini karena ramah lingkungan dan banyak komponen lokal, mulai Januari 2022 kelima model di atas rencananya mulai dikenakan PPnBM 3 persen.

Tadinya, hal yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019 juncto PP Nomor 74 Tahun 2021 ini dijadwalkan berlaku per 16 Oktober 2021. Tapi, segmen LCGC kemudian masuk dalam daftar penerima insentif diskon PPnBM 100 persen di tengah pandemi Covid-19 sampai akhir tahun.

Business Innovation, Sales, and Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengakui LCGC merupakan segmen yang menantang. Pasalnya, kenaikan harga harus seizin pemerintah dan beberapa tahun terakhir revisi banderol baru direstui sekali--November kemarin--karena dampak pandemi Covid-19 terhadap pendapatan masyarakat kebanyakan.

Akan tetapi, ia tetap menilai LCGC merupakan segmen penting untuk mendongkrak penjualan sebuah merek.

LCGC Honda Brio Satya

“Kalau kami di Honda merasa pasar LCGC itu bagus sekali, ya, karena ini first time buyer (pembeli mobil pertama). Orang yang masih ingin memiliki mobil di Indonesia itu masih banyak sekali,” ucap dia menjawab pertanyaan Mobil123.com di sela-sela test drive All New Civic RS pada awal Desember di Serpong, Tangerang.

Para pembeli LCGC, lanjut Billy, adalah orang-orang yang baru pindah dari sepeda motor ke mobil pribadi. Ada pula konsumen yang sebelumnya bahkan pengguna transportasi umum.

Ia merasa segmen LCGC masih akan berkontribusi besar terhadap pasar dan para pemainnya, meski nantinya dikenakan PPnBM 3 persen.

“Kami yakin pasar LCGC masih akan besar karena sekali lagi, segmen first time buyer masih banyak…. Pasarnya masih bagus, konsumen juga butuh,” tukas dia.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara, dalam diskusi virtual bersama Forum Wartawan Otomotif (Forwot) pada Rabu (22/12/2021) kemarin, memaparkan segmen LCGC berkontribusi sekitar 20 persen dari penjualan mobil nasional periode Januari-November 2021 secara wholesales (distribusi pabrik ke diler).

LCGC Daihatsu Ayla

Adapun total wholesales-nya 790.524 unit, naik 66,5 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). LCGC merupakan salah satu segmen terbesar di Indonesia.

Di sisi lain, menurut Kukuh, rasio kepemilikan mobil di Nusantara masih rendah.

“Dengan penduduk 270 juta jiwa, rasionya masih 99 mobil per 1.000 penduduk,” pungkasnya.

Sebenarnya, masih ada peluang model-model LCGC masih bebas PPnBM tahun depan. Syaratnya, usul perpanjangan insentif PPnBM atau malah PPnBM 0 persen permanen bagi kendaraan dengan komponen lokal tinggi yang kini diajukan pelaku industri dikabulkan pemerintah. [Xan/Dms]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil bekas berkualitas <<<<<<<



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar