Bangun dari ‘Mati Suri’, Ini Rencana Penyebaran Diler Subaru di Indonesia

Berita Otomotif

Bangun dari ‘Mati Suri’, Ini Rencana Penyebaran Diler Subaru di Indonesia

JAKARTA - Subaru mengaku sudah mempersiapkan rencana pengembangan jaringan diler di Indonesia hingga jangka menengah.

Dalam Virtual Media Gathering pada 9 Februari 2022 kemarin, Subaru menegaskan kembalinya mereka ke pasar Indonesia. Ada beberapa rencana yang mereka ungkap.

Selain mengenai jadwal peluncuran model baru pada kuartal kedua 2022, mereka menerangkan sedikit soal strategi penambahan jaringan penjualan maupun purnajual sampai 2027.

“Kami memiliki rencana lima tahun ke depan,” ucap Chief Operating Officer PT. Plaza Auto Mega (PAM) Arie Christopher menjawab pertanyaan Mobil123.com terkait itu.

Tidak disebutkan secara rinci, berapa jumlah diler Subaru yang bakal hadir dalam jangka waktu tersebut. Akan tetapi, dijelaskan perihal kota-kota yang mereka sasar.

“Sesuai dengan pertambahan volume penjualan di Indonesia, kami akan membuka diler di beberapa daerah di Jakarta, juga di beberapa kota luar Jakarta seperti Bandung, Surabaya, Batam, Medan, dan mungkin juga di Jawa Tengah,” papar lelaki yang sebelumnya lama menjabat sebagai Chief Executive Officer Ferrari Jakarta ini.

Di awal memulai kembali ‘petualangan’ di Tanah Air, Subaru sementara ini hanya menyediakan satu outlet 3S (sales, service, spare part/penjualan, servis, suku cadang) yang berada di Alam Sutera, Serpong, Tangerang.

PAM ditunjuk oleh prinsipal Subaru Corporation di Jepang sebagai agen pemegang merek (APM) Subaru di Indonesia pada Februari 2020.

Akan tetapi, menurut Arie, mereka menghabiskan dua tahun setelah itu untuk membangun pondasi agar tidak mengulangi kesalahan APM terdahulu.

“Kami ingin memperbaiki kesalahan-kesalahan APM sebelumnya yaitu ingin comply, inline 100 persen dengan peraturan pemerintah Indonesia. Semua itu, baik dari sisi legalitas, production plan dari pabrik, dan komitmen dari Subaru Corporation Jepang. Kami lagi susun pondasi. Kami lagi rapikan semuanya,” papar dia.

Sekadar mengingatkan, ketika ditangani anak usaha Tan Chong Singapura, Subaru gagal bertahan di pasar dan menghilang sekitar delapan tahun di Indonesia karena tersangkut kasus hukum pada 2014.

Mereka ketahuan memalsukan data dalam dokumen impor utuh (Completely Built Up/CBU) kendaraan.

Mobil-mobil berpenggerak empat roda (four wheel drive/4x4) mereka palsukan sebagai unit-unit dengan penggerak dua roda (two wheel drive/4x2) untuk mengurangi pajak.

Tak bisa membayar utang ke negara, izin importasi maupun penjualan mereka pun dicabut.

Subaru, menurut Arie, antara lain mengincar segmen SUV. Khususnya adalah medium SUV lima penumpang setara dengan Honda HR-V, juga medium-high SUV sejenis Toyota Fortuner. [Xan/Ses]

>>>>> Intip harga mobil Subaru bekas di sini <<<<< 



Insan Akbar

Insan Akbar

Reporter

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang