Fakta Penting Geely Starray EM-i di Indonesia: SUV Plug-in Hybrid Rp499 Juta Produksi Lokal di Purwakarta
Adu Spesifikasi SUV Listrik Rp 250–500 Jutaan: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 vs Geely EX5, Siapa yang Paling Unggul?
Beranda Berita Berita Otomotif Asosiasi Industri Pelumas di Tanah Air Protes Wacana Oli SNI Asosiasi Industri Pelumas di Tanah Air Protes Wacana Oli SNI Berita Otomotif Denny Basudewa | 11 May 2018 16:23 JAKARTA – Perhimpunan Distributor Importir dan Produsen Pelumas Indonesia (Perdippi), menolak keras wacana pemberlakuan SNI (Standar Nasional Indonesia) wajib untuk pelumas atau oli yang hendak dijual di Indonesia.Diketahui bahwa Kementrian Perindustrian tengah mengajukan SNI wajib pelumas, kepada World Trade Organization (WTO). Dikatakan bahwa aturan tersebut hanya akan memberatkan pengusaha kecil dan akan menimbulkan persaingan tidak sehat. Lebih jauh diyakini tidak menjamin pelindungan terhadap konsumen.“Kepentingan konsumen adalah bagaimana mendapatkan pelumas yang tepat, sesuai kebutuhan peralatannya. Selain itu konsumen juga berhak mendapatkan mutu yang sesuai dengan persyaratan produsen peralatan itu. Konsumen pantas mendapatkan harga yang wajar dan mudah memperolehnya kapan pun diperlukan,” tutur Paul Toar, selaku Ketua Umum Perdippi.Ia menjelaskan bahwa langkah Kementerian Perindustrian, sebagai upaya untuk memonopoli pemasokan pelumas yang pernah dilakukan pada jaman dahulu kala. Upaya tersebut juga dianggap sebagai penghambat masuknya produk-produk oli berkualitas dari luar negeri.Disebutkan bahwa dalam aturan yang akan diberlakukan tersebut, biaya sertifikasi SNI untuk setiap jenis pelumas berkisar Rp 500 juta. Hal ini tentunya akan memicu naiknya harga jual dari produk yang ditawarkan kepada konsumen.Dengan tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk memasarkan produknya di Tanah Air, dipastikan perusahaan kecil dan menengah akan mundur teratur. Hal inilah yang dikeluhkan dan ditolak keras oleh Perdippi.Baca juga : Cara Aman Menyimpan Oli Kendaraan“Artinya, akan terjadi persaingan yang tidak sehat,” kata Paul Toar pada acara press conference Perdippi tolak SNI pelumas, di Jakarta (11/05/2018). Artikel terkait Perdippi: SNI Wajib Oli akan Menyiksa Konsumen Berita Otomotif 30 May 2023 Perdippi Sebut Adanya Kejanggalan Dalam Aturan SNI Pelumas Berita Otomotif 24 April 2019 Tips Memilih Pelumas Mesin yang Benar Panduan Pembeli 02 August 2017 Paul juga mengatakan bahwa aturan yang akan diberlakukan tersebut melanggar undang-undang Nomor 5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.Dijelaskan bahwa hingga saat ini para produsen dan importir oli tersebut telah melakukan uji kualitas produk melalui Kementerian ESDM. Standarisasi kualitas dengan nama Nomor Pelumas Terdaftar (NPT), dilakukan dengan mengacu pada 14 parameter baik fisika maupun kimia.Ketentuan tersebut mengacu pada standar internasional seperti API, JASO dan ILSAC. Aturan ini telah dijalani sejak 20 tahun silam.Oleh karena itu, Perdippi menilai pengajuan notifikasi ke WTO oleh Kementerian Perindustrian, tentang rencana pemberlakuan SNI Wajib Pelumas merupakan tindakan sepihak. Mereka menyatakan akan terus menyuarakan penolakan tersebut hingga ke tingkat Mahkamah Agung sekalipun.Sampai berita ini diturunkan belum ada komentar resmi dari Pemerintah khususnya Kementerian Perindustrian terkait hal ini. Nantikan berita selanjutnya. [Dew/Ari] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait oli oli mobil Oli industri Produsen Oli Oli Import Perdippi oli mesin Cetak Berita Utama Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ... 833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ... Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ... Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ... Komentar
Asosiasi Industri Pelumas di Tanah Air Protes Wacana Oli SNI Berita Otomotif Denny Basudewa | 11 May 2018 16:23 JAKARTA – Perhimpunan Distributor Importir dan Produsen Pelumas Indonesia (Perdippi), menolak keras wacana pemberlakuan SNI (Standar Nasional Indonesia) wajib untuk pelumas atau oli yang hendak dijual di Indonesia.Diketahui bahwa Kementrian Perindustrian tengah mengajukan SNI wajib pelumas, kepada World Trade Organization (WTO). Dikatakan bahwa aturan tersebut hanya akan memberatkan pengusaha kecil dan akan menimbulkan persaingan tidak sehat. Lebih jauh diyakini tidak menjamin pelindungan terhadap konsumen.“Kepentingan konsumen adalah bagaimana mendapatkan pelumas yang tepat, sesuai kebutuhan peralatannya. Selain itu konsumen juga berhak mendapatkan mutu yang sesuai dengan persyaratan produsen peralatan itu. Konsumen pantas mendapatkan harga yang wajar dan mudah memperolehnya kapan pun diperlukan,” tutur Paul Toar, selaku Ketua Umum Perdippi.Ia menjelaskan bahwa langkah Kementerian Perindustrian, sebagai upaya untuk memonopoli pemasokan pelumas yang pernah dilakukan pada jaman dahulu kala. Upaya tersebut juga dianggap sebagai penghambat masuknya produk-produk oli berkualitas dari luar negeri.Disebutkan bahwa dalam aturan yang akan diberlakukan tersebut, biaya sertifikasi SNI untuk setiap jenis pelumas berkisar Rp 500 juta. Hal ini tentunya akan memicu naiknya harga jual dari produk yang ditawarkan kepada konsumen.Dengan tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk memasarkan produknya di Tanah Air, dipastikan perusahaan kecil dan menengah akan mundur teratur. Hal inilah yang dikeluhkan dan ditolak keras oleh Perdippi.Baca juga : Cara Aman Menyimpan Oli Kendaraan“Artinya, akan terjadi persaingan yang tidak sehat,” kata Paul Toar pada acara press conference Perdippi tolak SNI pelumas, di Jakarta (11/05/2018). Artikel terkait Perdippi: SNI Wajib Oli akan Menyiksa Konsumen Berita Otomotif 30 May 2023 Perdippi Sebut Adanya Kejanggalan Dalam Aturan SNI Pelumas Berita Otomotif 24 April 2019 Tips Memilih Pelumas Mesin yang Benar Panduan Pembeli 02 August 2017 Paul juga mengatakan bahwa aturan yang akan diberlakukan tersebut melanggar undang-undang Nomor 5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.Dijelaskan bahwa hingga saat ini para produsen dan importir oli tersebut telah melakukan uji kualitas produk melalui Kementerian ESDM. Standarisasi kualitas dengan nama Nomor Pelumas Terdaftar (NPT), dilakukan dengan mengacu pada 14 parameter baik fisika maupun kimia.Ketentuan tersebut mengacu pada standar internasional seperti API, JASO dan ILSAC. Aturan ini telah dijalani sejak 20 tahun silam.Oleh karena itu, Perdippi menilai pengajuan notifikasi ke WTO oleh Kementerian Perindustrian, tentang rencana pemberlakuan SNI Wajib Pelumas merupakan tindakan sepihak. Mereka menyatakan akan terus menyuarakan penolakan tersebut hingga ke tingkat Mahkamah Agung sekalipun.Sampai berita ini diturunkan belum ada komentar resmi dari Pemerintah khususnya Kementerian Perindustrian terkait hal ini. Nantikan berita selanjutnya. [Dew/Ari] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait oli oli mobil Oli industri Produsen Oli Oli Import Perdippi oli mesin
Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ...
833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ...
Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ...
Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ...