Toyota Tak Berencana untuk Setop Penjualan Sienta

Berita Otomotif

Toyota Tak Berencana untuk Setop Penjualan Sienta

TANGERANG – Toyota Sienta tak akan disetop penjualannya di Indonesia meski penjualannya diakui menurun. 

Fransiskus Soerjopranoto, Executive General Manager PT. Toyota Astra Motor (TAM), menyangkal isu Sienta bakal didiskontinyu atau penghentian penjualan karena penjualannya terus tereduksi. Akan tetapi, ia mengakui transaksi jual-beli multi purpose vehicle (MPV) tersebut memang terus mengecil.

“Enggak ada rencana diskontinyu. Makanya saya bingung ada berita-berita yang menuliskan Sienta bakal didiskontinyu. Enggak akan,” aku Soerjopranoto menjawab pertanyaan Mobil123.com belum lama ini di Serpong, Tangerang.

Sienta sendiri saat ini diproduksi oleh PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), perakit mobil Toyota di negeri ini hasil joint venture antara Toyota Motor Corporation dengan PT. Astra International. Soerjopranoto mengakui penurunan penjualan domestik Sienta saat ini sedang disiasati dengan menggenjot pasar ekspor. Bicara probabilitas, ia menjelaskan mungkin saja Sienta nantinya dijual secara CBU dengan kondisi seperti sekarang.

“Kemungkinan itu ada, tapi belum terpikir oleh kami karena belum ada inisiatif dari pabrikan,” tandas dia.

Sebagai informasi, Sienta meluncur di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 dengan target 3.000 unit per bulan dan distribusinya dimulai pada Juni. Pada akhir tahun tersebut, penjualannya, menurut data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), adalah 17.931 unit.

Penjualannya lalu mengecil menjadi 14.968 unit pada 2017. Pada semester satu 2018, Sienta baru terdistribusikan sebanyak 2.253 unit. volume tersebut turun 73,74 persen dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year) yang berjumlah 8.5.80 unit.

Soerjopranoto menyadari bahwa desain mobil ini cukup unik dan penggunaannya terbatas pada area kota-kota besar. Dua hal itu menurutnya menjadi penyebab penjualannya turun drastis jika dibandingkan mobil-mobil arus utama seperti Toyota Avanza serta Toyota Kijang Innova.

“Memang dari awal kami sudah sadari, ini mobil bukan mobil seperti kelasnya Avanza atau Innova. Mobil ini secara desain saja sudah cukup chubby, berbeda jadi memang penggunaannya di kota-kota besar. Bukan seperti Avanza yang bisa dipergunakan juga antar kota, antar wilayah, ke perdesaan, atau dibawa ke kota,” kilahnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual