Toyota sudah Naikkan Harga Tiga Kali pada 2024, Mau Naik Lagi karena Kurs?

Berita Otomotif

Toyota sudah Naikkan Harga Tiga Kali pada 2024, Mau Naik Lagi karena Kurs?

TANGERANG – Toyota sudah menaikkan harga beberapa kali sejak Januari hingga Juli 2024. Mereka mengakui kondisi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS saat ini memberikan tekanan untuk melakukannya lagi.

Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy menerangkan kalau pihaknya tahun ini sudah melakukan kenaikan harga sebagian model pada Januari, seluruh model pada kuartal kedua, dan terakhir sebagian kecil model pada Juli kemarin.

Januari dan Juli sendiri, menurut Anton, menjadi momentum normal untuk menaikkan harga mobil. Adapun koreksi banderol pada kuartal kedua dilakukan sebagai penyesuaian pajak daerah bagi kendaraan bermotor.

Toyota di GIIAS 2024

“Tekanan (menaikkan harga karena kurs) sudah berjalan selama dua-tiga bulan belakangan. Memang kemarin kami mempertimbangkan kenaikan harga. Hanya saja kami perlu berhati-hati karena pasar sedang mengalami kontraksi. Jadi, kami sangat selektif melakukan kenaikan harga terakhir pada Juli kemarin. Terutama model-model yang kami rasa tetap harus kami jaga kompetitivitasnya,” papar dia di sela-sela Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 pada 18-28 Juli 2024 di Serpong, Tangerang.

Alhasil, harga sebagian besar model Toyota ia klaim tetap sama pada Juli 2024 kemarin. Hanya model-model impor utuh (completely built up/CBU) yang banderolnya bertambah mahal dan itu pun tidak semua.

“Hanya beberapa yang dengan selektif memang terpaksa kami harus naikkan harganya. Saya tidak hapal model-modelnya tapi misalnya Land Cruiser dan High Ace. Beberapa model CBU saja,” pungkas dia.

Kurs sudah cukup lama bertahan di sekitar Rp16 ribu per dollar AS. Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) per 2 Agustus 2024 menunjukkan 1 dollar AS senilai dengan Rp16.234,00.

Toyota Land Cruiser

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sendiri, ketika membuka GIIAS 2024, meminta para pabrikan otomotif tidak menaikkan harga mobil dulu karena daya beli masyarakat sedang lemah.

Meski demikian, dengan kondisi kurs rupiah yang masih saja melemah terhadap dollar AS, Anton tidak bisa memastikan sampai kapan Toyota bisa terus menahan mayoritas harga mobil mereka.

“Kan, kami harus jaga permintaan, suplai, dan juga profitabilitas, Kami harus menyeimbangkan juga terhadap profitabilitas pabrik,” jawab Anton terkait permintaan Menperin.

“Kalau ditanya sampai kapan, kami enggak bisa janji karena segala sesuatu bisa terjadi. Bisa berubah. Tapi, semaksimal mungkin kami akan jaga,” lanjutnya.

Data penjualan retail Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa pasar mobil nasional Januari-Juni 2024 turun 14 persen, dari 502.533 unit menjadi 431.987 unit. [Xan]



Insan Akbar

Insan Akbar

Reporter

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang