Harga Toyota C-HR Hybrid Mulai Jadi Pembicaraan

Berita Otomotif

Harga Toyota C-HR Hybrid Mulai Jadi Pembicaraan

TANGERANG – Toyota C-HR hybrid hampir pasti berbanderol lebih mahal dari varian mesin bensin yang saat ini dijual di Indonesia dengan harga sekitar Rp 490 juta. Hanya insentif ‘sangat luar biasa’ yang bisa membuat banderolnya lebih rendah.

C-HR meluncur di Indonesia pada awal April 2018 dan hanya terdiri dari varian 1.8-liter dengan harga on-the-road Jakarta Rp 488,65 juta (single tone colour) serta Rp 490,15 juta (dual tone). Di pasar global sendiri C-HR mempunyai tiga varian sistem penggerak yaitu mesin bensin 1.2-liter turbo, 1.8-liter dan 1.8-liter hybrid.

C-HR hybrid sudah pernah dibawa sebagai mobil eksebisi di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017. Toyota saat itu menegaskan ingin meluncurkannya di Indonesia setelah insentif pajak bagi mobil ramah lingkungan dalam regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) diterbitkan akhir tahun ini.

Fransiskus Soerjopranoto, Executive General Manager PT. Toyota Astra Motor (TAM), menjelaskan, harga jual C-HR hybrid di Indonesia hampir pasti lebih mahal dari tipe mesin bensin 1.8-liter. Pasalnya, kapasitas mesin konvensional keduanya sama, tapi ada penambahan teknologi lain pada varian hybrid.

“Kalau kita bicara 1.8-liter dengan 1.8-liter hybrid berarti secara harga pasti lebih mahal. Seberapa mahalnya tergantung insentif yang diberikan. Kecuali, pemerintah berikan insentif sangat luar biasa untuk mempromosikan mobil listrik, mungkin bisa lebih murah,” ujar Soerjo kepada Mobil123.com baru-baru ini.

Ini berarti, harga jual C-HR hybrid bisa saja mepet atau sekitar Rp 500 juta on-the-road Jakarta. Sebagai perbandingan, harga Toyota Camry 2.5-liter hybrid di Tanah Air saat ini Rp 791 juta on-the-road-Jakarta atau berselisih Rp 164,05 juta dari varian tertinggi Camry bermesin pembakaran dalam.

Sementara X-Trail 2.0-liter hybrid adalah Rp 664,7 juta. Selisihnya mencapai Rp 171,5 juta dari varian X-Trail mesin bensin termewah.

Definisi Insentif Luar Biasa
Definisi insentif luar biasa, menurut Soerjopranoto, adalah yang mencakup berbagai aspek perpajakan. Jika insentif hanya diberikan untuk pajak penjualan, ia mengaku belum bisa memberikan harga C-HR hybrid yag lebih rendah dari varian 1.8-liter konvensional.

“Ada pajak penjualan kendaraan. Kalau kita tarik lagi, ada pajak-pajak di perakitan seperti tax allowance, tax holiday. Itu semuanya akan berpengaruh terhadap harga totalnya,” tandas dia.

Pemerintah sendiri kini sedang mengajukan draft insentif ke Kementerian Keuangan yang di antaranya berisi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) 0-5 persen bagi mobil hybrid dan listrik. Pemerintah sebelumnya juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan No.35 Tahun 2018 yang memberikan tax holiday bagi perusahaan yang bersedia melakukan perakitan lokal komponen-komponen utama mobil listrik seperti motor listrik. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual