Toyota dan Hyundai Beda Pendapat Soal Prediksi Penjualan Mobil di Indonesia 2024

Berita Otomotif

Toyota dan Hyundai Beda Pendapat Soal Prediksi Penjualan Mobil di Indonesia 2024

TANGERANG – Toyota dan Hyundai punya proyeksi yang berselisih cukup jauh, terkait penjualan mobil di Indonesia pada akhir 2024 nanti.

Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengakui transaksi jual-beli mobil di semester satu 2024 drop 14-15 persenan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy), menjadi 431.987 unit.

Menurut Anton, kalau capaian itu dikali dua, memang untuk mencapai penjualan mobil sebanyak 900 ribu unit pada Desember 2024 pun tidak sampai.

“Tapi, kalau saya, saya masih percaya diri di angka 900 ribu unit karena daya dorong ekonomi seperti pameran dan kondisi politik mampu boosting up (mengerek penjualan—Red). Apalagi, di GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2024, sangat banyak model baru keluar yang meningkatkan animo masyarakat,” ucap dia di sela-sela pameran yang berlangsung 18-28 Juli 2024 di Serpong, Tangerang itu.

Booth Toyota di GIIAS 2024

Anton menilai kalau penjualan Juli 2024 sudah menunjukkan perbaikan ketimbang bulan-bulan sebelumnya. Ia pun punya ekspektasi kalau pasar bulan depan dan bulan-bulan berikutnya secara bertahap bakal ‘sembuh’.

Dia sadar kalau pada kuartal keempat 2024 memang ada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Akan tetapi, event politik tersebut ia yakini tidak akan punya efek sedalam Pemilihan Umum Presiden pada kuartal satu 2024 yang membuat pasar menahan konsumsi kendaraan bermotor.

“Kalau melihat pengalaman-pengalaman sebelumnya, Pemilu Presiden yang impaknya lebih besar dibandingkan Pilkada. Jadi, mudah-mudahan, pilkada tidak menambah unsur negatif atau tidak menahan pembelian masyarakat,” pungkas Anton.

Booth Hyundai di GIIAS 2024

Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto, di sisi lain, sangat yakin kalau pasar mobil nasional pada 2024 sangat sulit menembus angka 900 ribu unit. Pasalnya, di semester pertama saja, pasar sudah drop cukup dalam di kisaran 15 persen yoy.

“Maka, pasar mobil tahun ini pasti di bawah 900 ribu unit. Hyundai sudah menurunkan asumsi pasar mobil ke level 800 ribu unit,” tegas dia melalui pesan singkat pada akhir pekan lalu.

Pada kesempatan berbeda, di dalam diskusi Forum Wartawan Industri beberapa waktu lalu di Jakarta, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengatakan bahwa pasar mobil nasional pada 2024 didera berbagai tantangan.

Isu-isu yang menghadang pertumbuhan pasar mobil Indonesia tahun ini, papar Kukuh, ialah pengetatan kredit, adanya Pemilu Presiden, sangat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, kenaikan suku bunga, perlambatan kondisi ekonomi global serta nasional, ditambah kenaikan harga mobil baru yang tidak bisa diimbangi oleh kenaikan pendapatan masyarakat.

Pasar mobil nasional tahun lalu sendiri sebenarnya sudah menunjukkan sedikit penurunan secara retail. Pada 2023, transaksi jual-beli mobil hanya 998.059 unit, turun 1,5 persen yoy dari 2022 yang menyentuh 1.013.582 unit. [Xan]



Insan Akbar

Insan Akbar

Reporter

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang