Toyota akan Luncurkan Banyak Mobil Hybrid pada 2018

Berita Otomotif

Toyota akan Luncurkan Banyak Mobil Hybrid pada 2018

BANDUNG – PT Toyota Astra Motor akan mulai fokus meluncurkan mobil-mobil berteknologi hybrid tahun depan.

Hal ini disampaikan oleh Executive General Manager PT TAM, Fransiscus Soerjopranoto di sela-sela peresmian Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani, Bandung, beberapa waktu lalu. Di tahun tersebut, Toyota akan meluncurkan beberapa model berteknologi hybrid.

“2018 hybridnya tidak akan hanya satu model (yang dilucurkan) tapi akan ada banyak. Dan saya rasa APM lain juga akan banya. Semua produsen mobil akan memasukkan model hybrid-nya ke Indonesia,” ungkap pria yang akrab disapa Pak Soeryo.

Mulai fokusnya Toyota ke teknologi hybrid di Indonesia adalah karena adanya keinginan Pemerintah untuk mulai fokus terhadap pengembangan teknologi kendaraan yang ramah lingkungan. Hal ini karena diperkirakan pada tahun  2030 cadangan bahan bakar fosil sudah mulai habis.

“Kami lihat nanti Pemerintah maunya bagaimana. Kalau Pemerintah mau melakukan kita (produsen mobil) melakukan perubahan, maka dari sistem pembakaran akan diubah pelan-pelan ke hybrid, lalu sumber bahan bakar lain lalu baru Electric Vehicle,” tambahnya Soeryo.

Namun untuk melakukan hal tersebut, diperlukan komitmen besar dari Pemerintah. Pasalnya, untuk bisa menggantikan pembakaran konvensional, harga mobil dengan teknologi hybrid haruslah terjangkau untuk masyarakat.

“Hybrid murah itu bisa dibuat dari pajaknya. Selama ini beban dari teknologi hybrid adalah tidak ada insentif apapun meski dia memberi kontribusi terhadap emisi lingkungan. Bagaimana caranya agar kami bisa memiliki mobil dengan kontribusi positif terhadap lingkungan tapi murah? (Pengurangan) Pajak adalah salah satunya. Saat ini mobil berteknologi hybrid masih dikenakan impor duty ditambah luxury tax dan sebagainya,” ungkapnya.

Ia pun menambahkan bahwa sebenarnya teknologi hybrid bukan tidak mungkin bisa diproduksi lokal di Indonesia. Hal ini karena Toyota telah melakukan investasi pabrik di Indonesia.

“Kami itu maunya Hybrid di produksi lokal, bukan CBU. Jadi kalau produksi lokal maka investasi yang sudah dilakukan itu terpakai dan transfer teknologi juga terjadi. Kalau bicara sebagai Indonesia, yang bagus adalah lokalisasi karena UKM bisa tumbuh,” pungkas Soeryo. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support