Setir Kiri vs Setir Kanan (Bagian 1)

Berita Otomotif

Setir Kiri vs Setir Kanan (Bagian 1)

JAKARTA – Posisi kemudi dan lajur jalan bisa berbeda antara satu negara ke negara lainnya. Hal ini ditengarai terjadi karena beragam faktor mulai dari ego dan situasi politik, kondisi alam, gengsi hingga nasihat paranormal menjadi ragam alasannya.

Orang Amerika Serikat hampir selalu meneriakan "Your traffic is in the wrong side" jika sedang berkendara di negara yang menganut paham setir kanan. Ini bagian dari ego mereka bahwa traffic "paham kanan" atau Right Hand Traffic (RHT) dengan stir mobil di sebelah kiri adalah yang paling benar.

Ego besar rata-rata orang Amerika Serikat ini ditengarai datang dari beberapa sebab. Salah satunya bisa jadi adalah untuk menghilangkan pengaruh kerajaan Inggris yang sempat menjadikan negara adi kuasa ini sebagai wilayah koloninya.

Dan asal tahu saja, aturan lajur kanan sudah lama sekali mereka terapkan sejak tahun 1792. Kebiasaan ini awalnya dipelopori oleh kereta-kereta Conestoga yang menjadi alat transportasi darat paling dominan di Amerika Utara di akhir abad ke-18.

Kereta yang mampu mengangkut muatan hingga delapan ton ini ditarik oleh tiga pasang ekor kuda dan si kusir duduk di punggung kuda sebelah kiri di bagian belakang. Berjalan di jalur kanan mebuat kusir lebih mudah memantau keretanya saat berpapasan dengan kereta dari arah berlawanan.

Sementara di kerajaan Inggris peraturan resmi untuk menggunakan lalu lintas lajur kiri pertama kali diterapkan tahun 1756 ditujukan kepada Jembatan London. Highway Act 1773 berisi sebuah perintah bahwa lalu lintas kuda harus di lajur kiri dan diabadikan pada Highway Act 1835 bagian 78.

Masyarakat Inggris dahulu memiliki gerobak dengan ukuran lebih kecil dan umumnya para pengemudinya duduk di sebelah kanan. Posisi tersebut mereka ambil alasannya adalah agar dapat menggunakan cambuk panjang di tangan kanan tanpa terganggu muatan belakang. Dalam posisi ini pegemudi dapat melihat garis aman menyusul lalu lintas dengan mengemudi di lajur kiri jalan.

Di masa kini, warga Inggris tergolong lebih toleran untuk urusan posisi mengumudi dibandingkan orang Amerika. Ini karena mereka sering berpergian lintas negara di Eropa yang rata-rata menggunakan mobil setir kiri atau Left Hand Traffic (LHT).

Fenomena lain terjadi di Jepang. Jangan heran jika Anda berkendara di Tokyo khususnya kawasan elite Rappongo jika melihat berseliweran mobil-mobil mewah mulai dari Mercedes Benz hingga Porsche versi setir kiri.

Usut punya usut ternyata kalangan jetset di sana menjadikan kendaraan premium Eropa khususnya buatan Jerman dengan versi asli setir kiri sebagai simbol status. Meski tidak sepaham dengan peraturan lalu lintas di Negeri Sakura yang menggunakan setir kanan, namun demi mendongkrak gengsi mereka sudi melakukannya. (Bersambung : Setir Kiri vs Setir Kanan (Bagian 2). (Ari)

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter

 



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual